AI News - Investor asing menjual bersih senilai Rp 29,8 triliun pada penutupan perdagangan Jumat, 4 September 2026, dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menjadi saham paling banyak dilepas sebesar Rp 97,6 miliar, diikuti oleh PT Astra International dan PT Bank Central Asia.
Poin Penting
- Total net sell asing di seluruh pasar: Rp 29,8 triliun.
- Saham teratas net sell: Rp 97,6 miliar, Rp 97,5 miliar, Rp 63,5 miliar.
- Net sell di pasar reguler: Rp 317 miliar.
- Net buy di pasar negosiasi dan tunai: Rp 287,2 miliar.
- Total nilai transaksi bursa pada hari itu: Rp 14,9 triliun.
Mengapa Investor Asing Menjual Besar-Besaran pada Jumat 4 September 2026?
Menurut laporan BeritaSatu, investor asing melakukan aksi jual berskala besar karena penurunan indeks harga saham gabungan ( IHSG ) yang menurun 31,4 poin atau 0,47% ke level 6.636,4, mencerminkan tekanan pasar dan potensi profit-taking. Data Stockbit menunjukkan bahwa penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp 317 miliar, sementara pasar negosiasi dan tunai justru mencatat pembelian bersih sebesar Rp 287,2 miliar, menandakan pergeseran aliran dana. Seluruh pasar mencatat net sell sebesar Rp 29,8 miliar, dengan total nilai transaksi bursa mencapai Rp 14,9 triliun, mengindikasikan likuiditas yang tetap tinggi meski terjadi arus keluar. Kondisi ini berarti sentimen bearish mendominasi sesi tersebut dan dapat memicu tekanan lanjutan pada indeks jika aliran jual tidak berkurang.
Apa Dampak Penjualan Bersih Rp 29,8 Triliun terhadap Indeks IHSG ?
Investor.id melaporkan bahwa penjualan bersih sebesar Rp 29,8 triliun berkontribusi langsung pada penurunan IHSG sebesar 31,4 poin menjadi 6.636,4 pada penutupan Jumat, 4 September 2026. Pada hari itu, sebanyak 276 saham tercatat naik, 379 saham turun, dan 308 saham tetap stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 14,9 triliun, menegaskan bahwa volume perdagangan tetap signifikan meski indeks berada di zona merah. Dampak utama adalah penguatan zona merah pada IHSG , yang dapat memengaruhi ekspektasi alokasi aset investor domestik dan internasional. Dengan demikian, penurunan indeks mencerminkan reaksi pasar terhadap aksi jual asing yang signifikan.
Saham Mana yang Paling Terkena Penjualan Asing dan Apa Implikasinya?
BeritaSatu mencatat bahwa tiga saham paling terdampak oleh aksi jual asing adalah , , dan , masing-masing dengan net sell Rp 97,6 miliar, Rp 97,5 miliar, dan Rp 63,5 miliar. Investor.id menambahkan bahwa saham-saham lain dalam daftar sepuluh teratas termasuk (Rp 53,1 miliar), (Rp 40,9 miliar), (Rp 40,9 miliar), (Rp 36,7 miliar), (Rp 36,3 miliar), (Rp 33,2 miliar), dan (Rp 21,3 miliar). Besarnya net sell pada saham-saham tersebut menurunkan tekanan harga, yang berpotensi menurunkan nilai pasar masing-masing dan mengurangi likuiditas jangka pendek. Bagi investor lokal, angka-angka ini dapat menunjukkan peluang beli pada saham yang mungkin undervalued setelah aksi jual, namun risiko penurunan lanjutan tetap ada. Secara keseluruhan, konsentrasi net sell pada beberapa saham blue-chip menandakan sentimen hati-hati di kalangan investor asing.
Sumber : AI News