- Wall Street kembali mencetak rekor penutupan tertinggi baru setelah saham teknologi memimpin reli pasar, didorong oleh laporan keuangan Dell yang sangat kuat dan optimisme terhadap AI.
- S&P 500 mencatat kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut, sementara Nasdaq melonjak lebih dari 8% sepanjang bulan berkat penguatan sektor teknologi dan semikonduktor.
- Investor juga mencermati perkembangan potensi kesepakatan AS-Iran yang dapat mengurangi ketegangan geopolitik, meski risiko inflasi dan kenaikan suku bunga The Fed masih membayangi pasar.
Ipotnews - Indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada Jumat (29/5). Wall Street membukukan kenaikan mingguan serta bulanan setelah hasil kinerja Dell mendorong saham teknologi lebih tinggi. Sementara investor menunggu rincian mengenai potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan melalui unggahan di media sosial bahwa ia akan membuat keputusan final terkait kesepakatan dengan Iran pada Jumat. Sebelumnya, Teheran menyatakan bahwa mereka membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata, terkait kemungkinan kesepakatan tersebut.
Saham Dell melonjak 32,8% setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba dan pendapatan untuk setahun penuh pada Kamis. Sektor teknologi naik 1,87%, didorong oleh penguatan saham-saham produsen chip. Perusahaan sejenis seperti Hewlett Packard Enterprise dan Super Micro Computer masing-masing naik 12,6% dan 11,6%, sementara Microsoft menguat 5,4%.
Indeks sektor layanan perangkat lunak juga melonjak lebih dari 6%, menghapus seluruh kerugian sejak akhir Januari ketika kekhawatiran mengenai disrupsi kecerdasan buatan (AI) sempat menekan sektor tersebut.
Sebelumnya dalam sesi perdagangan, ketiga indeks utama sempat menyentuh rekor tertinggi intraday, didorong optimisme baru terhadap AI dan pertumbuhan laba perusahaan yang kuat, meskipun masih terdapat kekhawatiran mengenai dampak perang Iran terhadap inflasi dan ekonomi global.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 363,37 poin atau 0,72% menjadi 51.032. Indeks S&P 500 bertambah 16,44 poin atau 0,22% menjadi 7.580. Sedangkan Nasdaq Composite naik 55,15 poin atau 0,21% menjadi 26.972,62. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turun 0,6%.
Untuk kinerja mingguan, S&P 500 naik 1,43%, Nasdaq menguat 2,39%, dan Dow Jones bertambah 0,9%. Russell 2000 naik 1,72%. Secara bulanan sejak 30 April, S&P 500 melonjak 5,15%, Nasdaq naik 8,36%, Dow Jones menguat 2,78%, dan Russell 2000 bertambah 4,24%. S&P 500 mencatat kenaikan mingguan selama sembilan pekan berturut-turut, menjadi rentetan penguatan terpanjang sejak Desember 2023.
Reli Didorong Laporan Keuangan
"Ada sentimen euforia yang sangat kuat di pasar terkait AI. Reli ini benar-benar didorong oleh kinerja laba perusahaan," kata Ohsung Kwon, Kepala Strategi Ekuitas di Wells Fargo.
Ia menyarankan investor untuk membeli dan menahan saham-saham AI, kemudian memperoleh pendapatan tambahan dengan menjual opsi beli (call options) pada harga yang jauh lebih tinggi dari harga saham saat ini.
Melissa Brown, Kepala Riset Keputusan Investasi di SimCorp, mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir volume perdagangan meningkat, yang menunjukkan semakin banyak investor masuk ke pasar.
Sektor layanan komunikasi dalam indeks S&P 500 melemah setelah saham Alphabet turun 2,5%. Saham sektor kebutuhan pokok konsumen juga tertekan, dengan Costco turun 3,9% dan Walmart melemah 2,6%.
Indeks produsen otomotif S&P turun setelah muncul laporan bahwa pemerintahan Trump menginginkan kendaraan yang diproduksi di Amerika Utara memiliki kandungan regional sebesar 82% agar memenuhi syarat perlakuan preferensial dalam Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).
Saham General Motors turun 1,3%, sementara saham Stellantis yang diperdagangkan di Amerika Serikat melemah 2,7%.
Data ekonomi Amerika Serikat pada Kamis menunjukkan inflasi meningkat pada laju tercepat dalam tiga tahun selama April, sementara pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama direvisi turun menjadi 1,6% secara tahunan.
Presiden Federal Reserve Kansas City Jeffrey Schmid memperingatkan bahwa guncangan harga energi mungkin tidak bersifat sementara. Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve Michelle Bowman juga mengatakan bahwa kenaikan inflasi yang berkelanjutan dapat memerlukan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Pasar uang memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun ini, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.
Di antara pergerakan saham lainnya, Gap anjlok 15,4% setelah peritel pakaian tersebut memangkas proyeksi penjualan tahunan. American Eagle Outfitters juga turun 11,8% setelah mempertahankan proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan yang tidak berubah.
Jumlah saham yang turun sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang naik di Bursa Efek New York ( NYSE ) dengan rasio 1,04 banding 1. Tercatat 491 saham mencapai level tertinggi baru dan 102 saham mencapai level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.378 saham naik dan 2.486 saham turun, sehingga saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang menguat dengan rasio 1,05 banding 1.
S&P 500 mencatat 27 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 12 level terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 125 level tertinggi baru dan 54 level terendah baru. Volume perdagangan di bursa Amerika Serikat mencapai 23,9 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 19,36 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.
(reuters)
Sumber : admin