- Dow turun 0,51%, S&P 500 0,52%, dan Nasdaq 0,31%.
- Kenaikan minyak dan lemahnya data ekonomi menekan sentimen pasar.
- Investor menanti laporan kinerja peritel besar AS dan Nvidia.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona merah, Senin, ketika investor menantikan laporan keuangan kuartalan sejumlah peritel besar untuk mencari gambaran mengenai kekuatan belanja konsumen Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak di tengah belum adanya kesepakatan antara AS-Iran turut menekan sentimen pasar.
Dow Jones Industrial Average ditutup melorot 272,63 poin atau 0,51% menjadi 53.459,78, indeks S&P 500 melemah 40,70 poin atau 0,52% ke posisi 7.745,06, sedangkan Nasdaq Composite berkurang 84,25 poin atau 0,31% jadi 26.644,91, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Senin (17/8) atau Selasa (18/8) pagi WIB.
Harga minyak berjangka ditutup melonjak lebih dari USD2 per barel karena pesimisme investor terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Kenaikan minyak menopang sektor energi S&P 500 yang menguat 0,87% dan menjadi satu-satunya dari 11 sektor utama indeks yang berakhir di area positif.
Investor masih mencermati data penjualan ritel dan ketenagakerjaan Amerika yang lemah pada Juli. Perhatian kini beralih ke laporan keuangan perusahaan ritel. Home Depot dijadwalkan merilis kinerja pada Selasa, sementara Walmart akan menyampaikan laporan pada Kamis.
"Kekhawatiran terhadap data ekonomi yang belakangan lebih lemah membuat pasar cenderung lesu dan menunggu laporan ritel untuk menentukan arah," kata Phil Blancato, Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth.
Dia menambahkan, volume perdagangan biasanya lebih rendah pada Agustus karena banyak pelaku pasar mengambil liburan. Kondisi tersebut membuat pasar menghadapi kombinasi lesunya aktivitas musim panas dan penantian terhadap data mengenai konsumen.
Di luar sektor energi, seluruh 10 sektor utama lainnya dalam S&P 500 melemah. Sektor layanan komunikasi dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing merosot sekitar 1,5%, sedangkan keuangan dan barang konsumsi diskresioner terkoreksi sedikit di atas 1%.
Sektor teknologi S&P 500 ditutup turun hampir 0,2% setelah bergerak fluktuatif antara zona positif dan negatif sepanjang perdagangan.
Pergerakan saham teknologi masih volatil karena investor mempertanyakan apakah belanja besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan keuntungan yang sepadan. Dilaporkan Reuters pada Jumat bahwa Anthropic, perusahaan AI yang tengah mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO), memproyeksikan pendapatan sekitar USD190 miliar hingga USD200 miliar pada 2028, menurut dua sumber yang mengetahui kondisi keuangan perusahaan.
Pada perdagangan Senin, kenaikan saham semikonduktor tertahan oleh kejatuhan saham perangkat lunak. Indeks PHLX Semiconductor melonjak 1,6%, sedangkan indeks S&P 500 Software & Services anjlok 2,8%.
Microsoft dan Meta Platforms menjadi pemberat terbesar S&P 500, masing-masing melorot lebih dari 3%. Sebaliknya, saham semikonduktor memberikan dorongan terbesar terhadap indeks, dengan Micron Technology melesat 4% dan Applied Materials melonjak 5,5%.
Investor juga menantikan laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan keluar pekan depan. Produsen chip terkemuka untuk AI tersebut saat ini merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Di antara saham individual, Vista yang tercatat di Wall Street melambung 5,6% setelah investor Peter Thiel membeli sekitar 1% saham perusahaan minyak Amerika Latin tersebut.
Di New York Stock Exchange ( NYSE ), saham yang turun mengungguli saham yang naik dengan rasio 1,76 berbanding 1. Tercatat 275 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu, sedangkan 226 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 1.848 saham menguat dan 3.106 saham melemah, sehingga saham yang turun mengungguli yang naik dengan rasio 1,68 berbanding 1. S&P 500 mencatat 19 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan empat saham mencetak level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 88 level tertinggi baru dan 113 level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 14,74 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 16,95 miliar saham dalam 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Caterpillar Inc (2,93%)
-Chevron Corp (1,35%)
-Goldman Sachs Group Inc (1,14%)
Saham berkinerja terburuk
-Nike Inc (-4,11%)
-Walt Disney Company (-3,13%)
-Microsoft Corporation (-3,04%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Teradyne Inc (5,81%)
-Applied Materials Inc (5,54%)
-Western Digital Corporation (5,35%)
Saham berkinerja terburuk
-Charter Communications Inc (-6,62%)
-Constellation Brands Inc Class A (-6,19%)
-Align Technology Inc (-5,60%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-IP Strategy Holdings Inc (235,91%)
-Wetour Robotics Ltd (201,58%)
-OSR Holdings Inc (86,71%)
Saham berkinerja terburuk
-Eyepoint Pharmaceuticals Inc (-66,98%)
-Zenta Group Co Ltd (-66,70%)
- AIFU Inc DRC (-52,48%)
Sumber : Admin