Iran Walk Out dari Perundingan dengan AS, Rupiah Langsung Tersungkur
Wednesday, April 22, 2026       09:32 WIB
  • Rupiah melemah tipis ke Rp17.161 per dolar AS pada Rabu pagi, turun 19 poin dari penutupan sebelumnya, di tengah sikap wait and see investor menjelang hasil RDG BI.
  • Sentimen eksternal menekan rupiah setelah Iran menolak melanjutkan perundingan di Pakistan, meski AS memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.
  • Trump tetap mempertahankan blokade Selat Hormuz sambil menunggu proposal baru dari Iran; analis memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.100-17.200 per dolar AS.

Ipotnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah terbatas, setelah Iran menolak menghadiri kelanjutan perundingan di Pakistan
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (22/4) pukul 09.08 WIB, rupiah sedang diperdagangkan di level Rp17.161 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,11% dibandingkan penutupan Selasa (21/4) di Rp17.142 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa rupiah diperkirakan berkonsolidasi datar dengan potensi melemah terbatas. Investor wait and see menantikan hasil RDG BI sore ini," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Dari perkembangan eksternal, situasi beragam, walau gencatan senjata AS-Iran diperpanjang, namun Iran menolak untuk kembali berunding. "Range kurs rupiah hari ini Rp17.100 - Rp17.200 per dolar AS," ujar Lukman.
Lukman mengakui ketidakhadiran Iran di perundingan Pakistan menjadi sentimen negatif yang menekan kurs rupiah. "Memang rumit perkembangan di Timur Tengah. Iran sendiri memang sudah tidak berkeinginan untuk berunding, secar Trump terus menerus memberikan pernyataan yang tidak berdasar dengan syarat-syarat yang tidak mungkin diterima Iran," ungkap Lukman.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada Selasa kemarin, sehari sebelum kesepakatan berakhir. Keputusan ini diambil guna menunggu proposal baru dari Teheran meskipun rencana perundingan lanjutan di Pakistan sebelumnya dilaporkan gagal terlaksana, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kebijakan terbaru ini mencakup keputusan Washington untuk tetap mempertahankan blokade laut di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis tersebut menjadi titik krusial karena dilalui sekitar seperlima dari total pengiriman minyak mentah di seluruh dunia.
Presiden Trump menjelaskan bahwa langkah penundaan serangan baru ini merupakan respons atas permintaan dari pemerintah Pakistan. Pihak mediator berharap adanya ruang tambahan bagi proses diplomatik sebelum AS mengambil tindakan militer lebih lanjut.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin

berita terbaru
Tuesday, May 05, 2026 - 17:19 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of JRPT
Tuesday, May 05, 2026 - 17:16 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of KOBX
Tuesday, May 05, 2026 - 17:12 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of GLOB
Tuesday, May 05, 2026 - 17:08 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of EPMT
Tuesday, May 05, 2026 - 17:01 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of INCI
Tuesday, May 05, 2026 - 16:57 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of INDR
Tuesday, May 05, 2026 - 16:54 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of JAWA
Tuesday, May 05, 2026 - 16:51 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of DMAS
Tuesday, May 05, 2026 - 16:48 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of GGRM