AI News - Jasa Marga memperkenalkan Travoy sebagai ekosistem mobilitas digital yang menghubungkan layanan pra-perjalanan, perjalanan, dan pasca-perjalanan, sekaligus melaporkan pendapatan usaha kuartal I 2026 sebesar Rp5,1 triliun, naik 10,4% YoY. Langkah ini menandai pergeseran strategi
dari sekadar pengelola tol menjadi penyedia pengalaman perjalanan terintegrasi.Poin Penting
- Pendapatan usaha Q1 2026: Rp5,1 triliun (+10,4% YoY).
- Pendapatan tol: Rp4,7 triliun (+9,4% YoY).
- Pendapatan usaha lain: Rp397,6 miliar (+24,4% YoY).
- Fitur Travoy Rest menyediakan informasi real.
- Transaksi digital dapat dilakukan melalui digital receipt, top up, dan stiker RFID .
Mengapa Jasa Marga Mengembangkan Travoy Menjadi Ekosistem Mobilitas Digital?
Jasa Marga mengembangkan Travoy karena ingin menyesuaikan layanan dengan perilaku pengguna yang semakin digital dan beralih ke kendaraan listrik. Menurut laporan Bisnis Indonesia, perusahaan memandang transformasi layanan digital sebagai cara untuk menyajikan pengalaman perjalanan yang menyeluruh, mulai dari persiapan hingga penyelesaian perjalanan. Travoy pertama kali dipamerkan pada Danantara Housing Expo 2026, menandai langkah konkrit dalam memperluas fungsi dari sekadar penghubung jalan menjadi platform mobilitas. Pendekatan ini sejalan dengan Asta Cita keempat pemerintah yang menekankan pemanfaatan teknologi dalam pembangunan infrastruktur, sehingga dapat memperkuat posisinya di era ekonomi digital.
Bagaimana Travoy Mengintegrasikan Layanan Sebelum, Selama, dan Setelah Perjalanan?
Travoy mengintegrasikan berbagai layanan dengan menyediakan fitur digital receipt, top up, serta transaksi nirsentuh berbasis stiker RFID pada saat memasuki gerbang tol, lalu melanjutkan dengan Travoy Rest yang memberi informasi tentang ketersediaan SPBU dan SPKLU di area istirahat, dan menghubungkan pengguna ke One Call Center 133 untuk bantuan darurat seperti derek atau dukungan lapangan. Kompas melaporkan bahwa ekosistem ini mencakup kebutuhan pra-perjalanan, on-journey, serta post-journey, sehingga pengguna dapat merencanakan, mengeksekusi, dan menyelesaikan perjalanan dalam satu aplikasi. Dengan menggabungkan informasi real-time dan layanan transaksi tanpa kontak, Travoy menyederhanakan proses perjalanan, meningkatkan kenyamanan, dan memperkecil friksi bagi pengguna yang mengharapkan solusi digital lengkap.
Apa Implikasi Pertumbuhan Pendapatan Usaha Lain Terhadap Strategi Jasa Marga?
Pertumbuhan pendapatan usaha lain yang melampaui dua puluh persen menandakan bahwa layanan digital memberikan kontribusi signifikan terhadap profitabilitas . Bisnis Indonesia mencatat bahwa pendapatan usaha secara keseluruhan meningkat lebih dari sepuluh persen YoY, dengan pendapatan tol naik hampir sepuluh persen dan pendapatan layanan tambahan menunjukkan lonjakan kuat. Diversifikasi ini mengurangi ketergantungan pada tarif tol tradisional, memberikan landasan finansial yang lebih kuat untuk investasi teknologi lebih lanjut, dan memperkuat kemampuan dalam menawarkan ekosistem mobilitas terintegrasi. Artinya, tidak hanya memperluas sumber pendapatan tetapi juga menyiapkan diri menghadapi perubahan pola mobilitas di masa depan.
Sumber : AI News