Kekayaan Para Taipan Indonesia Terpangkas USD22 Miliar setelah Peringatan MSCI
Thursday, January 29, 2026       16:29 WIB
  • Kekayaan para taipan Indonesia anjlok hampir USD22 miliar setelah MSCI mempertanyakan valuasi dan transparansi bursa saham Indonesia.
  • Kerugian terbesar dialami Prajogo Pangestu, dengan kekayaan turun sekitar USD9 miliar seiring kejatuhan saham energi dan tambang.
  • MSCI menunda perubahan indeks dan memperingatkan sanksi lanjutan jika perbaikan tidak dilakukan hingga Mei.

Ipotnews - Kekayaan para taipan terkaya Indonesia anjlok hampir USD22 miliar (Rp86,46 triliun) setelah MSCI Inc mempermasalahkan apakah valuasi perusahaan-perusahaan Indonesia benar-benar sepadan dengan harga sahamnya.
Kerugian terbesar dialami Prajogo Pangestu, orang terkaya di Indonesia, yang kekayaannya menyusut sekitar USD9 miliar setelah saham-saham perusahaan energi dan pertambangannya merosot.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersihnya kini sekitar USD31 miliar. Sepanjang tahun ini, hartanya telah menyusut sekitar US$15 miliar.
Aksi jual saham-saham Indonesia dipicu laporan MSCI yang mempertanyakan aturan pelaporan pemegang saham di Indonesia. MSCI menyatakan, investor menilai aturan tersebut menghasilkan struktur kepemilikan yang tidak transparan dan berpotensi membuka ruang bagi praktik perdagangan yang tidak semestinya.
Pernyataan penyedia indeks berbasis saham di New York itu menambah bahan bakar pada kekhawatiran lama soal kepemilikan saham yang terkonsentrasi, yang dinilai menopang sebagian kekayaan terbesar di Indonesia, serta di kawasan Asia lainnya.
MSCI mengatakan akan menunda sejumlah perubahan indeks yang sebelumnya direncanakan dan memperingatkan bahwa konsekuensi lanjutan dapat menyusul jika persoalan tersebut tidak ditangani hingga Mei. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup turun lebih dari 7% pada Rabu dan sempat anjlok hingga 10% pada Kamis ini.
"Pembekuan oleh MSCI ini adalah tembakan peringatan," kata Tareck Horchani, kepala  prime brokerage dealing  di Maybank Securities, Singapura. Jika regulator Indonesia mampu menunjukkan kemajuan, "situasinya bisa cepat mereda. Jika tidak, premi risiko akan tetap tinggi," imbuhnya sepereti dikutip Bloomberg.
Prajogo memiliki sekitar 71% saham perusahaan energi PT Barito Pacific Tbk (), dan 84% saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (), perusahaan tambang batu bara dan emas. Keduanya ditutup terjungkal lebih dari 12% pada Rabu kemarin.
"Kami sedang menelaah pernyataan terbaru MSCI sebagaimana mestinya dan akan terus berinteraksi secara konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait," kata Nancy Tabardel, direktur pelaksana  family office  Prayogo seperti dikutip Bloomberg.
Tabardel menolak mengomentari kekayaan Prayogo, namun mengatakan bahwa kepemilikan sahamnya di perusahaan-perusahaan tersebut tidak berubah secara material selama beberapa tahun terakhir. Grup perusahaan Barito telah berinvestasi besar-besaran, mendukung pertumbuhan pendapatan serta kontribusinya terhadap perekonomian riil Indonesia, tulisnya.
Haryanto Tjiptodihardjo kehilangan hampir USD3 miliar dalam dua hari setelah saham produsen plastik PT Impack Pratama Industri Tbk () berakhir rontok 15%. Ia menguasai 85% saham perusahaan tersebut. Para miliarder lain, mulai dari pemilik bank Michael Hartono hingga penambang batu bara Low Tuck Kwong, juga mencatatkan kerugian.
Para miliarder Indonesia yang masuk dalam daftar 500 orang terkaya Bloomberg memegang porsi kepemilikan saham perusahaan mulai dari beberapa persen hingga 92,5%. Perusahaan tercatat di Indonesia saat ini diwajibkan memiliki  free float  minimum sebesar 7,5%.
Selama bertahun-tahun, investor telah mendesak Indonesia , untuk memperketat aturan pelaporan. Banyak perusahaan tercatat di Indonesia dikendalikan oleh satu atau beberapa individu atau entitas, dengan hanya sebagian kecil saham yang diperdagangkan bebas.
Kondisi ini dapat memicu lonjakan harga saham yang besar dan sulit dijelaskan. Kekhawatiran terhadap manipulasi pasar pun marak.
MSCI tidak menunjuk pelaku tertentu, namun menyatakan akan mempertimbangkan langkah tambahan yang dapat mengurangi bobot seluruh saham Indonesia dalam indeks  emerging market , kecuali jika menunjukkan kemajuan yang memadai hingga Mei. (Bloomberg)


Sumber : admin