- STOXX 600 turun 0,12% ke 650,35 akibat kekhawatiran inflasi.
- CAC 40 turun 0,57% dan DAX 0,42%, sedangkan FTSE 100 naik 0,04%.
- JD Sports anjlok 14,3%, sementara Novonesis melonjak 9,7%.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melemah tipis, Kamis, tertekan kenaikan harga minyak yang kembali menghidupkan kekhawatiran inflasi. Namun, pemulihan pasar obligasi global setelah intervensi Departemen Keuangan Amerika Serikat membantu membatasi penurunan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,12% atau 0,81 poin menjadi 650,35, memperpanjang tren negatif indeks menjadi tujuh sesi berturut-turut, sekaligus menjadi periode pelemahan terpanjang sejak September 2023, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Kamis (20/8) atau Jumat (21/8) dini hari WIB.
Kebuntuan dalam perundingan AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam bulan turut meredupkan harapan pemulihan pasokan energi melalui Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong harga minyak menembus USD90 per barel dalam beberapa hari terakhir dan kembali memicu kekhawatiran inflasi di kalangan investor global.
"Tekanan harga dapat kembali meningkat dalam pembacaan data berikutnya karena penurunan harga energi pada Juli terbukti hanya sementara. Tanpa penyelesaian mudah untuk konflik di Timur Tengah, risiko inflasi tetap condong ke arah kenaikan," kata Ipek Ozkardeskaya, analis Swissquote.
Saham sektor energi menguat 0,9% seiring kontrak berjangka minyak Brent melambung 2,2%. Sebaliknya, kenaikan harga minyak menekan saham sektor perjalanan dan rekreasi yang turun 0,7% karena investor memperkirakan biaya operasional yang lebih tinggi.
Sentimen pasar sedikit terbantu oleh stabilnya imbal hasil obligasi zona euro, Kamis, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun. Pergerakan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan AS, Rabu, mengambil langkah untuk meningkatkan dukungan likuiditas bagi surat utang berjangka panjang.
Di Prancis, indeks acuan CAC 40 menjadi salah satu yang berkinerja terburuk di kawasan Eropa dengan melorot 0,57% atau 48,82 poin menjadi 8.453,09, terutama akibat kejatuhan saham perusahaan barang mewah. Saham Kering, induk Gucci, merosot 3,6%, sementara saham LVMH , induk Louis Vuitton, anjlok 2,8%.
Sementara, indeks DAX Jerman ditutup melemah 0,42% atau 108,29 poin ke posisi 25.983,04, sedangkan FTSE 100 Inggris naik tipis 0,04% atau 4,81 poin jadi 10.748,16.
Dari sisi ekonomi, harga produsen Jerman meningkat sepanjang Juli dengan laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya biaya barang antara dan energi, menambah indikasi bahwa tekanan inflasi kembali menguat di kawasan tersebut.
Sementara itu, indeks saham acuan Swedia naik 0,3% setelah bank sentral negara tersebut, Riksbank, mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,75% sesuai ekspektasi. Riksbank juga memberikan sinyal bahwa bank sentral siap memperketat kebijakan apabila tekanan harga kembali meningkat.
Di antara saham individual, JD Sports menjadi salah satu pemberat utama STOXX 600 setelah ambles 14,3%, sekaligus mencatat penurunan terbesar dalam indeks. Peritel pakaian olahraga asal Inggris tersebut memangkas proyeksi laba setelah penjualan mendasar pada kuartal II turun lebih tajam dari perkiraan, terutama di pasar Amerika Utara.
Sebaliknya, Novonesis melonjak 9,7% setelah perusahaan biosolusi asal Denmark itu membukukan kinerja kuartal II yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan juga menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh dan mengumumkan program pembelian kembali saham. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin