Kerugian Terpangkas, Kinerja Keuangan WSKT Membaik 1Q26
Thursday, April 23, 2026       07:47 WIB
  • Rugi bersih turun 43% menjadi Rp778,85 miliar, menandakan perbaikan efisiensi operasional.
  • Pendapatan usaha naik 54,9% menjadi Rp2,09 triliun, didorong proyek konstruksi dan penjualan aset.
  • Arus kas operasi masih negatif Rp925,77 miliar, menunjukkan tantangan likuiditas yang belum pulih sepenuhnya.

Ipotnews - PT Waskita Karya (Persero) Tbk () mencatat perbaikan signifikan dalam kinerja keuangan pada kuartal I 2026 (1Q26) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, meski masih membukukan kerugian.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan, Kamis (23/4), rugi bersih turun 43 persen menjadi Rp778,85 miliar dari Rp1,36 triliun pada kuartal I 2025, mencerminkan efisiensi dan peningkatan pendapatan usaha. Untuk rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas Rp678,03 miliar atau turun signifikan dari semula Rp1,25 triliun.
Perbaikan kinerja ini salah satunya juga ditopang oleh peningkatan pendapatan usaha yang melonjak 54,9 persen menjadi Rp2,09 triliun dari Rp1,35 triliun. Naiknya pendapatan ini didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi dan penjualan aset.
Beban pokok pendapatan juga naik menjadi Rp1,92 triliun dari sebelumnya Rp1,09 triliun. Namun pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi membantu memperkecil rugi bersih. Laba bruto tercatat Rp175,06 miliar, turun dari Rp255,29 miliar, seiring tekanan biaya operasional dan beban keuangan yang masih tinggi mencapai Rp895,27 miliar.
Dari sisi arus kas, masih menghadapi tantangan likuiditas. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat negatif Rp925,77 miliar, membaik dibandingkan negatif Rp1,45 triliun pada periode sebelumnya.
Sementara untuk arus kas investasi juga berbalik dari positif Rp759,83 miliar menjadi negatif Rp175,47 miliar, sedangkan arus kas pendanaan turun menjadi negatif Rp259,47 miliar dari positif Rp1,09 triliun. Akibatnya, kas dan setara kas akhir periode menurun menjadi Rp3,05 triliun dari Rp2,93 triliun tahun lalu.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan mencapai Rp68,89 triliun, sedikit menurun dari Rp70,73 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas tercatat Rp65,95 triliun, dengan ekuitas menurun menjadi Rp2,94 triliun dari Rp3,67 triliun, menunjukkan tekanan struktur permodalan yang masih berlanjut.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin