- Kinerja saham energi masih prospektif meski seleksi emiten makin ketat
- Fokus pada perusahaan dengan visibilitas laba yang jelas hingga 2026
- Dorongan kedaulatan energi membuka peluang bagi energi fosil dan terbarukan
Ipotnews - Saham-saham sektor energi Indonesia dinilai masih memiliki ruang penguatan pada 2026, meskipun kinerjanya sudah relatif solid sepanjang tahun lalu. Analis DBS Group Research, William Simadiputra, menilai investor perlu lebih selektif dalam memilih emiten, mengingat karakter sektor energi yang bersifat siklikal.
Menurut Simadiputra, valuasi saham energi saat ini masih tergolong wajar. Namun, ia lebih merekomendasikan perusahaan yang memiliki visibilitas kinerja laba yang lebih jelas hingga 2026, sehingga dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi siklus komoditas.
Di sisi kebijakan, pemerintah Indonesia berencana meningkatkan cadangan strategis nasional minyak dan gas bumi. Langkah ini akan menempatkan penekanan lebih besar pada produksi energi dalam negeri, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur logistik dan fasilitas pendukung sektor energi.
Upaya memperkuat "kedaulatan energi" tersebut juga diperkirakan akan mendorong pengembangan energi terbarukan serta menarik arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia.
Dalam rekomendasinya, Simadiputra memilih AKR Corporindo () yang berpotensi diuntungkan dari meningkatnya FDI. Selain itu, ia juga menyoroti Pertamina Geothermal Energy () serta Alamtri Resources () sebagai emiten yang dinilai berperan penting dalam mendukung agenda transisi dan pengembangan energi terbarukan di Tanah Air.(Dow Jones Newswires)
Sumber : admin