Laba Bersih Jasa Marga (JSMR) Tergerus, Tapi Asetnya Melonjak
Tuesday, March 03, 2026       10:37 WIB
  • Pendapatan turun 5,87% yoy menjadi Rp29,89 triliun, laba bersih susut ke Rp3,65 triliun dari Rp4,53 triliun.
  • Tol naik ke Rp18,15 triliun, tapi konstruksi merosot ke Rp10,07 triliun; usaha lain tumbuh tipis 9,4%.
  • Total aset naik signifikan 7,58% yoy menjadi Rp160 triliun, dengan liabilitas Rp97,63 triliun dan ekuitas Rp62,36 triliun.

Ipotnews - PT Jasa Marga (Persero) Tbk () membukukan laba bersih untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp3,65 triliun atau mengalami penyusutan dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,53 triliun. Sementara laba bersih untuk kepentingan non pengendali sebesar Rp1,14 triliun.
Mengacu laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan, Selasa (3/3), penurunan perolehan laba ini dipicu oleh turunnya pendapatan perusahaan secara total menjadi Rp29,89 triliun atau turun 5,87 persen yoy dari sebelumnya Rp31,75 triliun.
Pendapatan tol dan pendapatan konstruksi tercatat mengalami penurunan meski untuk pendapatan usaha lainnya masih tetap tumbuh walaupun tipis. Pendapatan tol mencapai Rp18,15 triliun dari sebelumnya Rp17,22 triliun. Kemudian pendapatan konstruksi susut dari Rp13,02 triliun menjadi Rp10,07 triliun.
Sementara untuk pendapatan usaha lainnya di tahun 2025 sebesar Rp1,65 triliun, atau tumbuh 9,4 persen yoy dari sebelumnya Rp1,51 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat mengalami penurunan sehingga mendongkrak laba kotor perusahaan menjadi Rp11,78 triliun dari sebelumnya Rp11,31 triliun.
Setelah dikurangi oleh biaya-biaya lainnya, laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp9,64 triliun atau naik dari tahun sebelumnya Rp9,51 triliun. Penurunan laba turut menekan laba per saham dari Rp625 menjadi Rp504 per lembar.
Dari sisi posisi keuangan, mencatatkan lonjakan total aset yang sangat masif. Hingga akhir Desember 2025, aset perusahaan mencapai Rp160 triliun atau meningkat 7,58 persen yoy dibandingkan total aset tahun 2024 yang sebesar Rp148,72 triliun.
Meskipun aset tumbuh besar, perusahaan juga mencatat peningkatan total liabilitas menjadi Rp97,63 triliun atau naik dari Rp89,88 triliun di tahun 2024. Kendati demikian, ekuitas perusahaan juga ikut menguat menjadi Rp62,36 triliun atau tumbuh sekitar 5,9 persen dari posisi Rp58,83 triliun pada tahun sebelumnya.
(Marjudin/AI)

Sumber : admin