- laba naik 67,1% jadi USD128,14 juta pada kuartal I-2026.
- Pendapatan tumbuh 23,4% didorong efisiensi biaya dan lonjakan laba usaha.
- Aset dan kas ikut meningkat, memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Ipotnews - Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk () membukukan laba bersih USD128,14 juta atau melambung 67,1 persen dibandingkan pencapaian kuartal I-2025, yakni USD76,7 juta.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Adaro Strategic Investment ini mencatatkan pendapatan usaha USD470,91 juta atau melonjak 23,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD381,62 juta.
Di tengah lonjakan omzet tersebut, beban pokok pendapatan hanya meningkat 7,8 persen (year-on-year) menjadi USD292,35 juta. Dengan demikian, laba bruto kuartal I-2026 melesat 61,8 persen menjadi USD178,56 juta dari USD110,34 juta pada kuartal I-2025.
Pada periode Januari-Maret 2026, emiten milik pengusaha Garibaldi Thohir ini membukukan laba usaha USD141,63 juta atau melesat 85,1 persen (y-o-y). Selain itu, kontribusi dari bagian atas keuntungan (neto) ventura bersama (JV) meroket 941,3 persen (y-o-y) menjadi USD25,25 juta.
Kombinasi kinerja operasional dan kontribusi JV tersebut mendorong laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan pada kuartal I-2026 menjadi USD180,31 juta atau melompat 70,3 persen dibandingkan laba sebelum pajak penghasilan tiga bulan pertama 2025 senilai USD105,89 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan 1Q26 sebesar USD36,64 juta, maka laba periode berjalan menjadi USD143,67 juta atau meningkat 64,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di kuartal I-2026 mencapai USD128,14 juta atau melambung 67,1 persen (y-o-y).
Dari sisi posisi keuangan, jumlah ekuitas per 31 Maret 2026 tercatat USD5,42 miliar atau bertumbuh 8,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD5 miliar. Hingga akhir kuartal I-2026, total liabilitas sebesar USD1,76 miliar atau bisa ditekan 2,8 persen (year-to-date).
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai USD7,19 miliar atau mengalami kenaikan 5,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas USD1,16 miliar atau melompat 11 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai USD1,04 miliar. (Budi/AI)
Sumber : Admin