MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Markets, Tapi Coret 6 dan 13 Saham RI dari Indeks
Wednesday, May 13, 2026       08:12 WIB
  • MSCI pertahankan status Indonesia di kategori Emerging Markets dan tidak menurunkannya ke Frontier Markets.
  • Namun MSCI mencoret enam saham RI dari Global Standard Index serta 13 saham dari Small Cap Index.
  • Perubahan efektif 29 Mei 2026 dan berpotensi memicu arus dana keluar dari pasar saham Indonesia.

Ipotnews - Morgan Stanley Capital International ( MSCI ) melakukan perubahan besar terhadap komposisi saham Indonesia dalam peninjauan indeks periode Mei 2026. Meski banyak saham domestik dikeluarkan dari indeks globalnya, MSCI tetap mempertahankan status Indonesia dalam kelompok Emerging Markets dan tidak menurunkannya ke kategori Frontier Markets.
Dalam pengumuman yang dirilis Selasa (12/5) di AS, MSCI tidak mengumumkan perubahan klasifikasi negara untuk Indonesia. MSCI hanya secara khusus menyinggung Bangladesh terkait persoalan aksesibilitas pasar yang masih berlangsung.
Sebelumnya, pasar sempat menyoroti kemungkinan Indonesia diturunkan ke Frontier Markets menyusul sorotan MSCI terkait aksesibilitas pasar. Adapun negara yang saat ini berada dalam kategori Frontier Markets antara lain Vietnam, Pakistan, Maroko, Bangladesh, Kroasia, dan Pantai Gading.
Dengan keputusan tersebut, Indonesia tetap berada di kelompok Emerging Markets bersama sejumlah negara besar seperti China, India, Korea Selatan, dan Jepang. Keputusan ini sekaligus meredakan kekhawatiran pasar setelah sebelumnya muncul isu potensi penurunan status Indonesia akibat masalah investability atau kemudahan investasi.
Namun di sisi lain, MSCI melakukan pengurangan signifikan terhadap jumlah saham Indonesia dalam indeksnya. Sebanyak enam saham dicoret dari MSCI Global Standard Index, yakni PT Amman Mineral International Tbk (), PT Barito Renewables Energy Tbk (), PT Chandra Asri Pacific Tbk (), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ().
MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Index. MSCI mencoret PT Aneka Tambang Tbk (), PT Astra Agro Lestari Tbk () dan PT Bank Alandin Syariah Tbk (), PT Bumi Serpong Damai Tbk (), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk () dan PT Midi Utama Indonesia Tbk ().
Selain itu MSCI juga mencopot PT Mitra Keluarga Tbk (), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (), PT Pacific Strategic Financial Tbk (), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk () dan PT Triputra Agro Persada Tbk ( TPAG ).
Perubahan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 29 Mei 2026. Penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI berpotensi memicu arus dana keluar, terutama dari dana pasif global yang menjadikan MSCI sebagai acuan investasi.
Meski jumlah saham Indonesia dalam indeks MSCI berkurang, langkah serupa juga terjadi di sejumlah negara lain. Jepang tercatat mengalami pengurangan bersih 11 saham dari MSCI Global Standard Index, sementara Taiwan kehilangan enam saham secara neto dalam indeks yang sama. (AI)

Sumber : Admin