Mau Bayar Utang ke BBCA & PNBN, Entitas Usaha PRDA (PRDL) Bidik Dana IPO Rp62,7 Miliar
Thursday, June 18, 2026       10:58 WIB
  • PRDL sebagai entitas usaha , menargetkan dana IPO maksimal Rp62,7 miliar dengan menawarkan 522,9 juta saham.
  • Sebagian besar dana hasil IPO, Rp35,67 miliar akan digunakan untuk melunasi fasilitas kredit kepada dan .
  • Sisanya akan dialokasikan untuk belanja modal sebesar 28,92 persen dan 8,51 persen untuk modal kerja.

Ipotnews - Entitas usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (), yakni PT Prodia Diagnostic Line Tbk ( PRDL ) membidik dana maksimal Rp62,7 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Mayoritas perolehan dana dari pasar primer ini akan dimanfaatkan untuk membayar utang perbankan.
Berdasarkan Prospektus Awal terkait rencana IPO PRDL yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (18/6), perusahaan pembuat dan pengolah alat Kesehatan dengan brand PROLINE ini akan menawarkan saham ke publik sebanyak-banyaknya 522,9 juta lembar bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor PRDL setelah IPO.
Masa penawaran awal (book building) berlangsung selama kurun 18-23 Juni 2026, dengan harga penawaran awal sekitar Rp100-Rp120 per saham. Dengan demikian, pada aksi korporasi ini PRDL bisa meraup uang masyarakat di pasar primer berkisar Rp52,29 miliar hingga Rp62,748 miliar.
Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, PROLINE mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai (ESA), dengan jumlah sebanyak-banyaknya 36.603.000 lembar atau setara 7 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO. Pada aksi korporasi ini, manajemen PRDL menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
Manajemen PRDL berharap rencana IPO ini akan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026. Dengan demikian, masa penawaran umum bisa dilakukan pada 1-7 Juli 2026, penjatahan pada 7 Juli 2026, pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 8 Juli 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juni 2026.
Rencananya, sebesar Rp35,67 miliar dana hasil IPO ---setelah dikurangi biaya-biaya emisi--- akan dimanfaatkan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk () dan pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk ().
Sementara itu sebesar 28,92 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex) PRDL , termasuk pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, relayout area produksi dan penambahan AHU Lab Biomolekuler. Adapun sisanya sebesar 8,51 persen akan dimanfaatkan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku hingga selling and marketing.(Budi/AI)

Sumber : Admin