- Moody's turunkan outlook 5 bank besar seiring outlook pemerintah negatif.
- OJK: kondisi bank tetap sehat, dampak minimal.
- OJK & KSSK akan komunikasi dengan Moody's untuk klarifikasi data.
Ipotnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keputusan Moody's Investors Service memangkas outlook lima bank kakap di Indonesia dari stabil menjadi negatif tidak akan menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi perbankan domestik.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan kelima bank tersebut secara struktural dan fundamental tetap sehat.
"Kita sih enggak khawatir, karena secara struktural kan tidak ada isu. Secara fundamental itu enggak ada isu yang terkait dengan bank-bank kita itu," ujarnya, seperti dilansir CNBC Indonesia, Selasa (10/2).
Dian menambahkan, penurunan outlook oleh Moody's menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. "Tentu ini perlu komunikasi yang baik, perlu data informasi yang jelas dan lain sebagainya. Bank itu memang rule of the game-nya diatur tidak hanya secara domestik, tapi juga secara global, seperti Basel Committee," jelas dia.
Moody's menurunkan outlook lima bank besar Indonesia, yakni PT Bank Central Asia Tbk (), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (). Langkah ini sejalan dengan perubahan outlook sovereign rating pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Menurut Moody's, keputusan ini didorong oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah, yang mempengaruhi prospek perbankan meski kondisi internal bank tetap solid.
OJK bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK ) berencana menggelar pertemuan dengan Moody's untuk memberikan data dan informasi yang diperlukan, guna memastikan penilaian yang akurat terhadap bank-bank domestik. (AI)
Sumber : CNBC Indonesia