
- Pasar saham menunjukkan respons tenang dengan futures indeks saham US dan UK hanya mengalami koreksi sedang -0.8% pagi ini.
- Volatility Index (VIX) naik 7% ke dekat level 20 (yang merupakan batasan calm dan nervous market), namun masih jauh dari panic market > 30.
- Minyak WTI melonjak naik 8% ke level $72.8/barrel --tertahan-- setelah OPEC + berencana untuk menaikkan produksi hingga 206k barrel perhari dan Iran menyebutkan tidak adanya intensi untuk menutup selat Hormuz.
- Emas naik 1.4% ke level $5,350/oz.

Cacth-Up
- Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin garda pasukan Islamic Revolution Mohammad Pakpour dan Menteri pertahanan Aziz Nasirzadeh terkonfirmasi menjadi korban jiwa dalam serangan oleh US dan Israel kemarin.
- Serangan misil terus terjadi antar wilayah dengan Iran melakukan serangan menyebar di negara lain seperti United Arab Emirates, Qatar, Kuwait dan Saudi Arabia.
- Dubai dan Abudabi menutup pasar sahamnya hari ini dan besok. Benchmark pasar saham Arab Saudi (Tadawull All Share yang buka kemarin, ditutup turun 2.2%, meski membaik dari kejatuhan hampir 5% pada pembukaan perdagangan) -- digerus sektor perbankan dan transportasi, sementara Oil Giant, Saudi Aramco melonjak 3.4%.

Strategy
Meski respon awal pasar global tidak seburuk yang diperkirakan, berikut adalah pemetaan sektor dan emiten di pasar modal Indonesia yang berpotensi terpengaruh oleh eskalasi konflik di Timur Tengah:
Sektor berpotensi diuntungkan -- Safe-Haven dan Komoditas
1. Energi: Kenaikan harga minyak mentah menjadi katalis positif utama bagi emiten migas dan jasa penunjangnya -- , , , .
2. Logam Mulia: Emas merupakan aset pelarian utama (safe-haven) saat risiko geopolitik meningkat tajam -- , , , .
3. Pelayaran dan Tanker: Gangguan jalur maritim seperti di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan tarif angkutan kargo energi global -- , , .
4. Defensif (Kesehatan dan Utilitas): Sektor ini cenderung stabil dan tahan banting saat pasar saham mengalami volatilitas tinggi -- , , .
Sektor berpotensi dirugikan -- Tekanan Biaya dan Sentimen Negatif lainnya
1. Penerbangan: Tertekan oleh lonjakan harga avtur serta gangguan rute operasional akibat penutupan bandar udara: .
2. Konsumsi dan Ritel: Kenaikan harga energi dapat memicu inflasi yang berisiko menekan daya beli konsumen -- , , , .
3. Logistik dan Transportasi: Pembengkakan biaya bahan bakar non-subsidi berpotensi menggerus margin keuntungan operasional -- , .
4. Perbankan: Rentan terhadap capital outflow seiring pergeseran modal ke aset yang lebih aman -- , , , .

Selain minyak, timur tengah merupakan rumah bagi mayoritas produsen gas LNG dan rute vital bagi 20% supply global yang berlayar melalui selat Hormuz -- , , , ,
> Lonjakan harga komoditas energy seperti Minyak dan Gas juga diperkirakan akan mengangkat substitusi lain seperti batubara ditengah potensi lebih rendahnya supply dari Indonesia -- ,

Menyambut perdagangan pertama di bulan Maret, data penting seperti Inflasi dan Neraca perdagangan akan menjadi fokus dari domestik.
> PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2026 tercatat naik ke level 53.8 (vs 52.6 pada Des25), melanjutkan trend ekspansi selama 5 bulan berturut.
Sementara, Rilis kinerja keuangan tahunan 2025 juga diperkirakan memberikan sentimen positif bagi gerak market domestik.
o - FY25 Result
> Revenue: Rp10.7 T (+18.8% yoy, +4.6% qoq)
> Net Profit: Rp2.0 T (+33.8% yoy, -28.9% qoq)
in-line; 100% FY25 consensus estimate r.ipot.id/?g=r/s/3cmgwu
o - FY25 Result
> Revenue: Rp60.7 T (+8.8% yoy, +12.7% qoq)
> Net Profit: Rp4.0 T (+32.6% yoy, +35.5% qoq)
o - FY25 Result
> Revenue: Rp5.1 T (+11.9% yoy, +55.5% qoq)
> Net Profit: Rp423.2 B (+16.5% yoy, +537.5% qoq)
o - FY25 Result
> Revenue: Rp4.1 T (+4.1% yoy, +50.0% qoq)
> Net Profit: Rp1.2 T (+5.0% yoy, +88.3% qoq)
Agenda Korporasi
02/03: Cash Deviden Cumdate:
RUPS : ,
03/03: RUPS : , ,
04/03: RUPS :
05/03: Right Issue Cumdate:
Waran Cumdate:
RUPS : , ,
06/03: RUPS :
Agenda Ekonomi
1. ID - Indeks Manajer Pembelian (PMI) Nikkei Indonesia (Feb)
2. ID - Inflasi Indonesia (YoY) (Feb)
3. ID - Neraca Perdagangan Indonesia (Jan)
Suspensi
- Open : -
- Suspend :
Unusual Market Activity (UMA)
, ,
Disclaimer On
IPOT Platinum Club
Sumber : IPS