Morning News Summary (07/04/2026)
Tuesday, April 07, 2026       08:44 WIB

inline-image-big
Bursa Asia menguat pagi ini, mengabaikan deadline ultimatum Trump hingga besok pagi kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz -- seolah tidak mau kembali terjebak pada sentimen " TACO Trade" dengan kebijakan tidak konsisten Trump.
- S&P 500 ditutup naik 0.5%, Nikkei/KOSPI/ASX dibuka naik masing-masing 0.8/2.3/2.2%
- Dalam pidatonya Trump kembali mengancam akan menyasar pembangkit listrik dan jembatan di Iran, meskipun tindakan ini berpotensi masuk ke dalam kategori kejahatan perang sesuai dengan perjanjian konvensi Jenewa.
- Kemarin, Iran secara resmi menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Pakistan sebagai mediator dan akan tetap menutup Selat Hormuz sampai pemerintahan Trump bertanggung-jawab pada semua kerugian materil yang terjadi.
inline-image-big
Minyak WTI melanjutkan kenaikan ke level tertinggi sejak 2022, seiring switching demand negara-negara lain ke US karena terbatasnya supply minyak dari Timur Tengah dan mendekatnya deadline utlimatum Trump.
inline-image-big
Lonjakan harga minyak di sisi lain akan menghalangi target suku bunga rendah Trump karena akan memicu Inflasi dan membuat FED menghentikan kebijakan penurunan suku bunga dan justru berbalik hawkish -- inflasi CPI US pada Maret diperkirakan melonjak sebesar 1% mom, level kenaikan bulanan tertinggi sejak 2022.
inline-image-big
o Coal
Krisis energy akibat tertutupnya Selat Hormuz, membuat negara-negara lain mencari alternatif lain dengan menggunakan substitusi seperti batubara. Bloomberg mencatat terdapat peningkatan demand pada obligasi di Asia yang mencatatkan gain 0.3%, dibandingkan peers di luar region yang turun 0.4% dan obligasi global yang jatuh 2.4%.
- Dari sisi kinerja, saham batubara global mencatatkan penurunan 1% sepanjang bulan lalu, jauh lebih baik dibandingkan kejatuhan 6% pada indeks saham global.
- Fitch Rating baru ini memperkirakan potensi upside pada earning di 2 eksportir batubara paling terkenal di Asia yaitu Indika Energy () dan Whitehaven pasca konflik Timur Tengah.
Meski begitu, potensi sentimen negatif dari dalam negeri akan berasal dari pemberlakuan pajak ekspor untuk batubara dan nikel antara 5-7% yang menurut Menkeu Purbaya akan dipublikasi oleh Menteri ESDM , Bahlil Lahadalia dalam waktu dekat.
o
EBITDA FY25 sebesar Rp7.9 triliun (+2% yoy) sejalan dengan estimasi konsensus. Penurunan margin EBITDA pada 4Q25 ke level 79% utamanya disebabkan oleh lonjakan beban konstruksi dan tingginya kontribusi bisnis layanan terkait menara yang bermargin lebih rendah, meskipun rasio tenansi menara perseroan berhasil membaik ke 1.57x. Prospek profitabilitas pada FY26F diyakini akan kembali solid dengan estimasi pemulihan margin menjadi 84%, yang ditopang oleh peningkatan rasio penyewa seiring masuknya pesanan kolokasi dari XL Axiata (XLS).
o
Tambah alokasi anggaran buyback dari sebelumnya Rp4 triliun menjadi Rp5 triliun hingga 18 April 2027 setelah mendapat restu pada RUPS tgl 17 April 2026 mendatang (Kontan)
o
Lewat anak usahanya, Medco Asia Pacific Ltd resmi menandatangani kontrak kerja sama berupa Production Sharing Contract (PSC) dengan Petronas di Blok Cendramas, Lepas Pantai Malaysia (IDX Channel)
Agenda Korporasi
07/04: RUPS : , , ,
08/04: Cash Dividend Cumdate: ,
StockSplit Cumdate:
IPO Offering End: WBSA
RUPS : , , , , , , , , ,
09/04: Bonus Cumdate:
Cash Dividend Cumdate: ,
Right Issue Start-Trading: -R
RUPS : , , , , , ,
10/04: IPO Listing: WBSA
RUPS : , , , , ,
14/04: RUPS : ,
Agenda Ekonomi
1. US - Perubahan Tenaga Kerja ADP (Mingguan)
2. US - Prospek Energi Jangka Pendek EIA
3. US - Lelang Surat Utang 3-Tahun
Disclaimer On
  IPOT Platinum Club 

Sumber : IPS