Morning News Summary (12/03/2026)
Thursday, March 12, 2026       08:52 WIB

inline-image-big
Bursa saham melemah sementara minyak kembali melonjak naik seiring laporan serangan kepada kapal-kapal tanker di perairan Teluk, mengabaikan rencana pelepasan cadangan minyak global dalam sejarah.
- S&P 500 turun 0.08%, sementara Nikkei/ASX dibuka turun lebih dari 1% pagi ini.
- Minyak WTI melonjak naik 7% ke level $93/barrel setelah laporan media menyebutkan 2 kapal tanker menjadi sasaran serangan separatis diperairan dekat Iraq, dan menyebabkan Iraq menghentikan sementara aktivitas pelabuhannya.
inline-image-big
IEA berencana melepas 400 juta cadangan minyak global (rekor terbesar dalam sejarah), sementara US melepas 178 juta barrel -- aksi yang justru dinilai oleh sebagian investor sebagai kebijakan kontarian atas harapan selesainya perang US-Iran dalam waktu dekat.
inline-image-big
Di dalam negeri, JCI bergerak terbatas pada area support bear marketnya seiring sikap risk-off investor menyambut libur panjang Idul Fitri, di tengah kekhawatiran; 1). Memanasnya geopolitik Timur Tengah, dan 2). Rilis kebijakan transparansi list saham terkonsentrasi.
inline-image-big
Selama 5 tahun terakhir JCI tercatat mengalami 4x penurunan 1-hari pasca libur Lebaran, dengan penurunan terbesar di 2022 dan 2025 sebesar -4.4%/-7.8% dipengaruhi oleh faktor eksternal; Kenaikan suku bunga FFR +50bps 2022, dan Tarif Global Trump 2025.
> Situasi hampir sama yang terjadi saat ini, dimaklumi jika menyebabkan kecenderungan investor menjadi sangat risk-off.
o Nickel
Analis Macquarie menilai kebijakan pengurangan produksi oleh Indonesia dapat menyebabkan pasar nikel global menjadi defisit dan membuat harga terus naik (Mining)
o Fiscal
Defisit fiskal Indonesia pada 2M26 melebar ke Rp135.7 triliun (-0.53% PDB). Pelebaran ini dipicu oleh lonjakan belanja negara menjadi Rp493.8 triliun naik 41.9% yoy untuk kompensasi energi, program makan bergizi gratis, dan beban bunga utang, di tengah pendapatan negara yang tumbuh menjadi Rp358 triliun naik+12.8% yoy. Ke depannya, analis kami mengantisipasi adanya langkah rasionalisasi belanja oleh pemerintah--termasuk potensi penyesuaian laju program MBG--demi menjaga ruang fiskal dari risiko kenaikan harga minyak global (US$90-100/bbl), sekaligus mempertahankan estimasi defisit fiskal tahun penuh FY26 di level -2.9% dari PDB.
o
Berencana melakukan buyback senilai Rp4 triliun dan akan meminta persetujuan pada RUPST 17 April 2026.
o
Menandatangani nota kesepahaman terkait kemitraan penyaluran dan pemanfaatan gas bumi dengan .
o - FY25 Results
> Revenue Rp18,322 Miliar ( 15.3% yoy/ 6.1% qoq )
> -Net Loss Rp1,186 Miliar ( 77.0% yoy/ 109.7% qoq )
o - FY25 Results
> Revenue Rp112,172 Miliar ( -4.8% yoy/ -0.5% qoq )
> Net Profit Rp6,609 Miliar ( -0.5% yoy/ -11.9% qoq )
Agenda Korporasi
12/03: RUPS : , , , , , ,
13/03: RUPS : ,
16/03: RUPS : ,
17/03: Cash Deviden Cumdate:
Right Issue EndTrading: -R
25/03: RUPS :
Agenda Ekonomi
1. US - Laporan Bulanan IEA
2. US - Klaim Pengangguran
3. US - Neraca Perdagangan (Jan)
Suspensi
- Open :
- Suspend :
Pemantauan Khusus/FCA
- In :
- Out :
Disclaimer On
  IPOT Platinum Club 

Sumber : IPS