
Bursa saham melemah sementara minyak kembali melonjak naik seiring laporan serangan kepada kapal-kapal tanker di perairan Teluk, mengabaikan rencana pelepasan cadangan minyak global dalam sejarah.
- S&P 500 turun 0.08%, sementara Nikkei/ASX dibuka turun lebih dari 1% pagi ini.
- Minyak WTI melonjak naik 7% ke level $93/barrel setelah laporan media menyebutkan 2 kapal tanker menjadi sasaran serangan separatis diperairan dekat Iraq, dan menyebabkan Iraq menghentikan sementara aktivitas pelabuhannya.

IEA berencana melepas 400 juta cadangan minyak global (rekor terbesar dalam sejarah), sementara US melepas 178 juta barrel -- aksi yang justru dinilai oleh sebagian investor sebagai kebijakan kontarian atas harapan selesainya perang US-Iran dalam waktu dekat.

Di dalam negeri, JCI bergerak terbatas pada area support bear marketnya seiring sikap risk-off investor menyambut libur panjang Idul Fitri, di tengah kekhawatiran; 1). Memanasnya geopolitik Timur Tengah, dan 2). Rilis kebijakan transparansi list saham terkonsentrasi.

Selama 5 tahun terakhir JCI tercatat mengalami 4x penurunan 1-hari pasca libur Lebaran, dengan penurunan terbesar di 2022 dan 2025 sebesar -4.4%/-7.8% dipengaruhi oleh faktor eksternal; Kenaikan suku bunga FFR +50bps 2022, dan Tarif Global Trump 2025.
> Situasi hampir sama yang terjadi saat ini, dimaklumi jika menyebabkan kecenderungan investor menjadi sangat risk-off.
o Nickel
Analis Macquarie menilai kebijakan pengurangan produksi oleh Indonesia dapat menyebabkan pasar nikel global menjadi defisit dan membuat harga terus naik (Mining)
o Fiscal
Defisit fiskal Indonesia pada 2M26 melebar ke Rp135.7 triliun (-0.53% PDB). Pelebaran ini dipicu oleh lonjakan belanja negara menjadi Rp493.8 triliun naik 41.9% yoy untuk kompensasi energi, program makan bergizi gratis, dan beban bunga utang, di tengah pendapatan negara yang tumbuh menjadi Rp358 triliun naik+12.8% yoy. Ke depannya, analis kami mengantisipasi adanya langkah rasionalisasi belanja oleh pemerintah--termasuk potensi penyesuaian laju program MBG--demi menjaga ruang fiskal dari risiko kenaikan harga minyak global (US$90-100/bbl), sekaligus mempertahankan estimasi defisit fiskal tahun penuh FY26 di level -2.9% dari PDB.
o
Berencana melakukan buyback senilai Rp4 triliun dan akan meminta persetujuan pada RUPST 17 April 2026.
o
Menandatangani nota kesepahaman terkait kemitraan penyaluran dan pemanfaatan gas bumi dengan .
o - FY25 Results
> Revenue Rp18,322 Miliar ( 15.3% yoy/ 6.1% qoq )
> -Net Loss Rp1,186 Miliar ( 77.0% yoy/ 109.7% qoq )
o - FY25 Results
> Revenue Rp112,172 Miliar ( -4.8% yoy/ -0.5% qoq )
> Net Profit Rp6,609 Miliar ( -0.5% yoy/ -11.9% qoq )
Agenda Korporasi
12/03: RUPS : , , , , , ,
13/03: RUPS : ,
16/03: RUPS : ,
17/03: Cash Deviden Cumdate:
Right Issue EndTrading: -R
25/03: RUPS :
Agenda Ekonomi
1. US - Laporan Bulanan IEA
2. US - Klaim Pengangguran
3. US - Neraca Perdagangan (Jan)
Suspensi
- Open :
- Suspend :
Pemantauan Khusus/FCA
- In :
- Out :
Disclaimer On
IPOT Platinum Club
Sumber : IPS