Morning News Summary (16/04/2026)
Thursday, April 16, 2026       08:37 WIB

inline-image-big
Wall Street melanjutkan kenaikan dengan 2 indeks utama S&P dan Nasdaq kembali mencatatkan rekor tertingginya didukung rilis kinerja emiten Q1 dan wacana perpanjangan gencatan senjata antara US-Iran untuk memberikan ruang negosiasi lebih bagi kedua belah pihak.
- US dan Iran disebutkan mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama 2 minggu.
- S&P500/Nasdaq naik 0.8/1.6% ke rekor tertinggi baru sepanjang masa.
- Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pagi ini, Nikkei/KOSPI naik 1.6%.
inline-image-big
Minyak brent stabil di bawah level $95/barrel (menandai penurunan 14% sejak dimulainya kesepakatan gencatan senjata, namun masih 30% lebih tinggi daripada sebelum perang dimulai) -- arus transportasi di Selat Hormuz terpantau hampir nihil seiring blokade yang dilakukan US.
- Dollar (DXY) kembali melemah ke level 98 -- pelemahan 9-hari berturut, losing streak terpanjang sejak 2011.
- Emas naik di dekat area $4,840/oz, seiring pelemahan dollar dan jatuhnya harga minyak meningkatkan kembali optimisme tetap dovish-nya bank sentral global.
inline-image-big
JCI turun 0.7% kemarin mengakhiri 5-hari rally seiring laporan terbaru S&P Global Rating yang memperingatkan bahwa peringkat utang (sovereign rating) negara-negara Asia Tenggara berpotensi tertekan, dengan Indonesia dinilai paling rentan jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan.
> Lonjakan harga energi diproyeksikan akan membengkakkan biaya subsidi dan membebani APBN Indonesia, sementara mahalnya biaya impor minyak berisiko memperlebar defisit transaksi berjalan.
S&P mengasumsikan eskalasi konflik dan penutupan Selat Hormuz akan mereda pada April 2026, namun dampak kerusakannya akan membuat rata-rata harga minyak Brent bertahan di level $85/barel untuk sisa tahun 2026.
o
Laba bersih pada 1Q26 berhasil melampaui estimasi dengan capaian Rp1.1 triliun (+23% yoy), didorong oleh perbaikan signifikan pada Cost of Fund (CoF) sebesar -105 bps yoy serta Cost of Credit (CoC) di level 0.9% yang berada di bawah panduan. Kinerja positif ini juga didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar +10% yoy (ditopang oleh segmen non-perumahan) serta perbaikan kualitas aset, di mana rasio NPL dan LAR masing-masing membaik ke level 3.1% dan 19.6%.
o
Penjualan tambang Kestrel kepada Yancoal yang memberikan dana segar US888 juta beserta potensi tambahan US264 juta dari Contingent Value Rights (CVR) diproyeksikan memberikan keuntungan sekali waktu sebesar US$158 juta +8% pada estimasi laba bersih perseroan untuk periode FY26F. Daya tarik utama lainnya adalah potensi pembagian dividen spesial dengan estimasi imbal hasil tinggi mencapai +19% jika sisa dana divestasi dibagikan kepada pemegang saham. Secara bisnis, prospek operasional juga tetap tangguh berkat stabilnya harga batu bara di tengah ketegangan geopolitik dan wacana penyesuaian kuota produksi.
o
Menetapkan pembagian dividen tahun buku 2025 dengan total Rp458/sh, terdiri dari interim Rp123/sh yang telah dibagikan dan dividen final yang akan dibagikan sebesar Rp335/sh.
Agenda Korporasi
16/04: Bonus Cumdate:
Cash Dividend Cumdate: ,
RUPS : , , , , , , , , , ,
17/04: Cash Dividend Cumdate: , , , ,
RUPS : , , , , , , , , , ,
20/04: Cash Dividend Cumdate: ,
RUPS :
21/04: RUPS : , , , ,
22/04: RUPS : , , , EdenganE, , , , , , ,
Agenda Ekonomi
1. CN - PDB China (YoY) (TR1)
2. US - Klaim Pengangguran
3. US - Pidato Anggota FOMC Williams
Unusual Market Activity (UMA)

Disclaimer On
  IPOT Platinum Club 

Sumber : IPS