Morning News Summary (30/12/2025)
Tuesday, December 30, 2025       07:57 WIB

inline-image-big
Pasar saham US mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut menjelang akhir tahun, dipicu oleh aksi jual pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Sementara itu, volatilitas tinggi melanda pasar logam mulia, di mana harga perak dan emas anjlok signifikan setelah sempat menyentuh rekor tertinggi.
- S&P500 turun -0.3%, sementara Nasdaq -0.5% terutana disebabkan oleh penurunan saham di sektor teknologi.
- Harga perak mengalami penurunan lebih dari 8% setelah sebelumnya mencapai rekor $80/Oz. Emas juga turun lebih dari 4%, mencapai sekitar $4,331/Oz.
- Harga minyak mentah WTI naik +2% menjadi $57.87/barel. Kenaikan ini dipengaruhi oleh kegagalan pembicaraan damai di Ukraina dan janji stimulus pertumbuhan Tiongkok.
inline-image-big
Arus modal asing mulai kembali membanjiri pasar saham Asia Tenggara pada akhir tahun 2025, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu sorotan utama untuk tahun 2026. Didorong oleh valuasi yang murah dan kebutuhan investor untuk mendiversifikasi portofolio dari sektor teknologi AS yang crowded, asing mencatatkan pembelian bersih sebesar $337 juta pada bulan Desember--level tertinggi sejak September 2024--dengan Indonesia dan Thailand memimpin pemulihan tersebut.
> Benchmark Indeks saham di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam saat ini diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (PE) 12-15x, jauh lebih murah dibandingkan SdanP500 yang berada di atas 22x.
inline-image-big
IHSG ditutup menguat 1.25% ke level 8,644, didukung oleh kembalinya arus dana asing yang masif dan optimisme "Santa Claus rally" menjelang akhir tahun. Kenaikan ini ditopang oleh saham-saham pertambangan logam (emas, tembaga, nikel, dan kokas) -- meskipun demikian, potensi pembalikan terbuka pasca penurunan harga emas semalam.
o Bakrie's Season
Q4 2025 menandai momentum krusial bagi emiten Grup Bakrie, didorong oleh konvergensi antara rekor harga komoditas logam global dan keberhasilan eksekusi transformasi bisnis internal. Pasar merespons positif pergeseran fundamental ini, mengubah persepsi risiko menjadi peluang pertumbuhan yang agresif.
o Shipping
Rotasi sektoral ke saham perkapalan/logistik ("Shipping Party") berlanjut. Pasar merespons positif rencana belanja modal (Capex) yang lebih besar dari industri untuk ekspansi armada di 2026, perkembangan transport LNG, serta stabilnya tarif kargo (freight rate) rute Asia.
o
Mendapatkan fasilitas kredit sindikasi dari Bank Mandiri dan BCA senilai total Rp5 Triliun.
o
Berencana membagikan dividen interim sebesar Rp105.68 miliar (Rp25/saham).
o
Melalui anak usahanya, PT Elang Media Visitama, membeli 150 juta saham PT Super Bank Indonesia Tbk () senilai Rp142 miliar untuk meningkatkan kepemilikan menjadi 27.51%.
Agenda Korporasi
30/12: Waran Maturity: -W2
RUPS : , ,
02/01: Cash Deviden Cumdate: ,
Right Issue Cumdate:
Waran Cumdate:
05/01: Cash Deviden Cumdate:
06/01: Cash Deviden Cumdate: ,
RUPS : ,
Agenda Ekonomi
US - Hasil Rapat FOMC
Suspensi
- Open : , , , , ,
- Suspend :
Pemantauan Khusus/FCA
- In : , , ,
- Out :
Unusual Market Activity (UMA)
- ,
Disclaimer On
  IPOT Platinum Club 

Sumber : IPS