Nasdaq dan S&P 500 Kembali Pecahkan Rekor, Saham Teknologi Pimpin Reli
Friday, May 15, 2026       04:51 WIB
  • Wall Street naik, S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor baru.
  • Nvidia dan saham AI menguat usai izin ekspor chip ke China.
  • Pasar fokus pada pertemuan Trump-Xi dan inflasi AS.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona hijau, Kamis, didorong reli saham teknologi di tengah respons positif investor terhadap data ekonomi yang dinilai cukup solid serta perkembangan pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Ketiga indeks utama Wall Street semringah, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Sementara itu, indeks blue-chip Dow hanya terpaut sekitar 0,3 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa yang sebelumnya dicapai pada 10 Februari.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 370,26 poin atau 0,75 persen menjadi 50.063,46, sementara S&P 500 menguat 56,99 poin atau 0,77 persen ke posisi 7.501,24, dan Nasdaq Composite Index melompat 232,88 poin atau 0,88 persen ke posisi 26.635,22, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (14/5) atau Jumat (15/5) pagi WIB.
"Semua orang mengajukan pertanyaan yang sama: berapa lama lagi reli ini akan berlangsung? Banyak orang yang menyukai reli ini, tetapi mereka juga gelisah pada saat yang sama," kata Robert Pavlik, Manajer Portofolio Senior Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut. "Anda harus ikut serta untuk menang, bukan hanya duduk di pinggir lapangan menyaksikan pasar mencapai titik tertinggi sepanjang masa."
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping menjadi salah satu perhatian utama pasar global. Dalam kunjungan tersebut, Trump turut didampingi sejumlah tokoh penting industri teknologi, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.
Saham Nvidia melonjak 4,4 persen setelah pemerintah Amerika Serikat memberikan izin penjualan chip H200 milik raksasa teknologi itu kepada perusahaan-perusahaan di China. Kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal positif bagi industri semikonduktor dan sektor kecerdasan buatan (AI) secara keseluruhan.
Pertemuan tingkat tinggi antara Amerika dan China itu disebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan, penjualan senjata AS ke Taiwan, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital tersebut selama ini menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak mentah ke Asia dan mengalami gangguan akibat perang antara AS-Israel melawan Iran.
Portfolio Manager Founder ETFs, Michael Monaghan, mengatakan pertemuan kedua pemimpin dunia tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap ekonomi global. Menurut dia, meski persaingan antara kedua negara tetap kuat, kerja sama ekonomi tetap akan memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Dia juga menyambut positif nuansa kolaboratif yang terlihat dalam pertemuan tersebut dan berharap dapat menghasilkan kesepakatan jangka panjang yang lebih stabil.
Dari sisi ekonomi domestik, data penjualan ritel AS dilaporkan sesuai ekspektasi pasar. Namun, kenaikan tersebut sebagian besar ditopang lonjakan harga bahan bakar akibat perang Iran. Harga bensin juga menjadi faktor utama di balik kenaikan harga impor terbesar sejak Oktober 2022.
Sejumlah laporan inflasi yang dirilis sepanjang pekan ini memperlihatkan risiko kenaikan biaya energi yang mulai merembet ke berbagai sektor barang dan jasa lainnya. Kondisi tersebut mengurangi harapan pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve.
Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid, menyebut inflasi sebagai risiko paling mendesak bagi perekonomian AS yang menurutnya masih cukup tangguh. Meski tahun ini Schmid tidak memiliki hak suara dalam kebijakan moneter the Fed, pernyataannya dinilai mencerminkan pandangan kelompok pejabat bank sentral yang cenderung agresif terhadap pengendalian inflasi.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, saham teknologi mencatat kenaikan terbesar, sementara sektor material mengalami pelemahan terdalam.
Kenaikan saham semikonduktor dipimpin Nvidia, meski beberapa perusahaan teknologi terkait AI lainnya seperti Qualcomm, Intel, Sandisk, dan Micron justru merosot antara 3,4 persen hingga 6,1 persen.
Sektor yang sebelumnya tertekan akibat euforia AI dan konflik Timur Tengah justru menjadi salah satu penguat utama pasar pada sesi kali ini. Beberapa di antaranya adalah sektor perangkat lunak dan layanan, transportasi, serta bank regional.
Saham Cisco melesat 13,4 persen hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa setelah perusahaan jaringan komputer tersebut mengumumkan pemutusan hubungan kerja hampir 4.000 karyawan dalam rangka restrukturisasi sekaligus menaikkan proyeksi pendapatan tahunan.
Sementara itu, saham perusahaan infrastruktur teknologi Nebius Group yang tercatat di AS melambung 6,7 persen setelah Northland Capital menaikkan target harga sahamnya sebesar 15,3 persen menjadi USD248 per lembar.
Presiden Trump juga menyatakan China telah sepakat membeli 200 pesawat Boeing. Namun demikian, saham Boeing justru tersungkur 4,7 persen pada perdagangan hari itu.
Di sisi lain, saham perusahaan pembuat chip Cerebras meroket hingga 68,2 persen dalam debut perdagangannya di bursa Wall Street.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di Bursa Efek New York ( NYSE ) lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,6 banding 1. Tercatat ada 500 saham mencetak level tertinggi baru dan 95 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.755 saham menguat dan 1.980 saham melemah, dengan rasio kenaikan mencapai 1,39 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 30 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 11 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 113 rekor tertinggi baru dan 130 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 18,77 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata volume perdagangan selama 20 hari terakhir yang berada di kisaran 18,17 miliar saham. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Cisco Systems Inc (13,41%)
-Nvidia Corporation (4,39%)
-Caterpillar Inc (1,99%)
Saham berkinerja terburuk
-Boeing Co (-4,73%)
-3M Company (-1,35%)
-Amazon.com Inc (-1,08%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Enphase Energy Inc (14,26%)
-Cisco Systems Inc (13,41%)
-JB Hunt Transport Services Inc (7,09%)
Saham berkinerja terburuk
-Biogen Inc (-6,48%)
-Qualcomm Incorporated (-6,14%)
- Group Inc Class A (-5,83%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Smart Power Corp (250,00%)
-Leslies Inc (143,36%)
-Quantum Cyber NV (123,51%)
Saham berkinerja terburuk
-Dreamland Ltd (-96,53%)
- STAK Inc (-62,71%)
-Work Medical Technology Group Ltd (-52,90%)

Sumber : Admin

berita terbaru