Net Interest Income Melonjak 44,49%, Analis Naikkan Target Price Saham BBTN
Monday, December 08, 2025       07:54 WIB
  • Kinerja menguat signifikan, ditopang lonjakan NII 44,49% menjadi Rp12,61 triliun dan laba bersih 10,58% menjadi Rp2,3 triliun.
  • Prospek bisnis positif, ditunjang kenaikan NIM, efisiensi pendanaan, dan dukungan pemerintah untuk sektor perumahan.
  • Rekomendasi analis: Buy, dengan target harga Rp1.600 (Yuanta/IPS) dan Rp1.345 (Binaartha).

Ipotnews - Sejumlah analis pasar saham memproyeksikan kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () akan semakin membaik usai melalui kuartal III-2025 yang berhasil meraup pendapatan bunga dan bagi hasil bersih (NII) mencapai Rp12,61 triliun atau melambung 44,49 persen (year-on-year).
Lonjakan NII tersebut sekaligus menunjukkan mampu meningkatkan imbal hasil (yield) aset, serta berhasil mengendalikan biaya dana secara efektif. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, membukukan laba bersih Rp2,3 triliun atau bertumbuh 10,58 persen dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp2,08 triliun.
Analis PT Yuanta Sekuritas Indonesia, Swie Cu Yap, merekomendasikan Buy (Buy Rating) pada saham , dengan target harga Rp1.600. Kutipan rekomendasi Swie Cu Yap ini bersumber dari laporan hasil riset PT IndoPremier Sekuritas (IPS Research). Adapun potensi upside saham mencapai 37,34 persen, jika dikomparasikan dengan posisi penutupan akhir pekan lalu (5/12) di level Rp1.165.
Apabila mengacu pada kinerja untuk sepuluh bulan pertama 2025, bank pelat merah ini berhasil mencatatkan net interest margin (NIM) sebesar 4 persen atau meningkat dari 2,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut ditopang peningkatan yield aset dan perbaikan cost of fund ke level 4,2 persen. Komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor perumahan melalui 350 ribu kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP ) dan program Kredit Program Perumahan (KPP), diyakini akan mendongkrak pertumbuhan kredit pada 2026.
Sementara itu, analis PT Binaartha Sekuritas, Avanza Bagus Aditya dan Achmadi Hangradhika, menyebutkan, kinerja menunjukkan tren pemulihan yang solid. "Kenaikan NII yang mencapai 44,49 persen (y-o-y) menjadi Rp12,61 triliun dinilai sebagai katalis penting bagi perbaikan profitabilitas BTN. Ditambah langkah spin-off BTN Syariah, kami melihat BTN masuk fase pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan," tulis analis Binaartha Sekuritas.
Kedua analis tersebut menyampaikan, kinerja positif juga tercermin dari pertumbuhan laba bersih 10,58 persen (y-o-y) hingga September 2025 menjadi Rp2,3 triliun. Peningkatan pendapatan bunga dan efisiensi pendanaan mendorong net interest margin (NIM) meningkat 100 basis poin (y-o-y) menjadi 3,9 persen pada kuartal III-2025.
Dengan demikian, Binaartha Sekuritas merekomendasi "Buy" untuk , dengan target price (TP) di level Rp1.345. Taget harga ini mencerminkan potensi upside hingga 15,45 persen, jika mengacu pada penutupan perdagangan Jumat, yakni Rp1.165.
Analis tersebut menilai, fundamental terbilang solid, terutama terkatrol rebound margin, pertumbuhan kredit yang tetap kuat dan outlook penyaluran KPR subsidi dan non-subsidi yang semakin positif. (Budi/AI)

Sumber : Admin