PGAS Bakal Integrasikan Gas Sengeti, Target Kuartal IV 2028
Wednesday, June 24, 2026       07:57 WIB
  • akan memanfaatkan gas bumi dari Lapangan Sengeti sekitar 5 MMSCFD yang sebelumnya dinilai kurang ekonomis.
  • Tambahan pasokan diproyeksikan mulai kuartal IV 2028 untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik.
  • Langkah ini mendukung target pemerintah meningkatkan lifting gas bumi, investasi, serta eksplorasi energi.

Ipotnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (), sebagai Subholding Gas Pertamina, berencana mendatangkan tambahan pasokan gas bumi dengan memanfaatkan stranded gas, khususnya di Lapangan Sengeti.
Langkah mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi energi untuk menjaga ketahanan energi nasional. mengambil peran dalam memanfaatkan sumber gas dari lapangan-lapangan yang sebelumnya dinilai kurang ekonomis (stranded gas).
akan mengintegrasikan potensi pasokan dari lapangan Sengeti sekitar 5 MMSCFD ke dalam jaringan distribusi gas bumi PGN. Tambahan pasokan ini diproyeksikan dapat dialirkan paling cepat pada kuartal IV 2028, untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggan industri dan pembangkit listrik.
"Gas dari Lapangan Sengeti akan menambah pasokan gas pipa, kami memastikan kesiapan infrastruktur maupun komersial sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangannya, Selasa (22/6).
Pemanfaatan gas dari Lapangan Sengeti menjadi nilai tambah bagi perusahaan, salah satunya dari pengembangan bisnis processing gas di lapangan tersebut. Diharapkan upaya ini dapat menyumbang pemasukan bagi negara, serta mendukung pemerintah dalam pengembangan lapangan gas.
Pemanfaatan gas dari lapangan yang sebelumnya dinilai tidak menarik, diharapkan dapat mendukung target pemerintah dalam meningkatkan lifting gas bumi sekaligus memacu daya tarik investasi serta eksplorasi.
"Lapangan Sengeti menjadi wujud kolaborasi yang sinergis dengan dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya demi memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia," kata Fajriyah.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin