PGAS Jadi Transporter Utama CO2 dalam Pengembangan Blue Ammonia
Friday, May 22, 2026       16:15 WIB
  • tandatangani JSA CCS bersama Pertamina Group dan Pupuk Indonesia untuk pengembangan amonia rendah karbon.
  • berperan sebagai transporter CO2 dengan memanfaatkan infrastruktur gas bumi eksisting dan jalur pipa.
  • Studi awal fokus di Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai klaster industri berintensitas energi tinggi.

Ipotnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk () atau PGN akan melakukan studi bersama dengan Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendukung pengembangan amonia rendah karbon (blue ammonia) di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
Komitmen ini dituangkan melalui penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) pada ajang IPA Convex 2026 kemarin, Kamis (21/5).
Studi bersama ini akan mengkaji aspek teknis, legal, ekonomi, dan komersial terkait ekosistem CCS, dengan fokus pada rantai pasok amonia rendah karbon yang efisien dan berkelanjutan. Dalam proyek ini mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO2, memanfaatkan infrastruktur gas bumi eksisting dan jalur pipa untuk pengembangan jaringan transportasi CO2.
"Dalam kerja sama CCS ini, kami mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO2. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi , Hery Murahmanta dalam keterangannya, Jumat (22/5).
Fokus utama sinergi ini adalah menciptakan rantai pasok amonia rendah karbon yang efisien dan berkelanjutan, mulai dari penangkapan emisi karbon, transportasi CO2 hingga injeksi CO2 ke dalam formasi geologi bawah tanah yang aman.
Fokus awal studi meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur yang memiliki klaster industri berintensitas energi tinggi, serta wilayah lain yang dinilai strategis dari sisi infrastruktur dan keekonomian.
Sinergi Pertamina Group dan Pupuk Indonesia diharapkan menjadi pionir pengembangan CCS di Indonesia, menciptakan nilai tambah ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional yang lebih ramah lingkungan.
"Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon," katanya.(Marjudin/AI)

Sumber : admin