- teken kesepakatan CBM pertama dengan Dart Energy Tanjung Enim untuk diversifikasi pasokan gas domestik.
- Pengembangan CBM untuk memperkuat ketahanan energi, memanfaatkan potensi besar hingga 450 triliun kaki kubik.
- Langkah strategis diambil menghadapi kekurangan gas domestik sekitar 20 kargo LNG, seiring permintaan energi yang terus melesat.
Ipotnews - PT Perusahaan Gas Negara Tbk () menandatangani perjanjian penjualan gas metana batu bara atau coal bed methane (CBM) pertama dengan Dart Energy Tanjung Enim.
Kesepakatan ini menjadi langkah awal dalam mendiversifikasi sumber pasokan bahan baku gas, seiring meningkatnya kebutuhan energi domestik, demikian laporan Reuters, di Jakarta, Kamis (18/12).
Dalam pernyataan resminya, menyatakan inisiatif tersebut bertujuan menambah sumber pasokan alternatif sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan potensi gas yang selama ini belum tergarap secara optimal. Pengembangan CBM dinilai dapat menjadi solusi jangka menengah hingga panjang untuk menopang ketersediaan gas di dalam negeri.
Indonesia, eksportir batu bara termal terbesar di dunia, memiliki potensi sumber daya CBM yang sangat besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan cadangan CBM Indonesia dapat mencapai hingga 450 triliun kaki kubik.
Meski demikian, pengembangan proyek CBM selama ini berjalan relatif lambat karena berbagai tantangan teknis, ekonomi, dan regulasi.
Dalam kesepakatan tersebut, dan Dart Energy Tanjung Enim belum mengungkapkan rincian mengenai volume gas yang akan dijual maupun jadwal penyaluran gas kepada pengguna. Kedua pihak hanya menegaskan komitmen untuk membuka peluang pemanfaatan CBM sebagai bagian dari bauran energi nasional.
Langkah ini diambil di tengah tekanan pasokan energi yang dihadapi Indonesia. Sepanjang tahun ini, Indonesia diperkirakan mengalami kekurangan sekitar 20 kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) akibat permintaan domestik yang melesat lebih tinggi dari perkiraan.
Pemerintah pun berupaya menunda sebagian ekspor LNG hingga 2026 guna memastikan kecukupan pasokan domestik, sementara kebutuhan jangka panjang diproyeksikan terus tumbuh seiring ekspansi industri dan konsumsi energi nasional. (Reuters/AI)
Sumber : Admin