- masuk daftar TIME 500 Best Companies Asia-Pacific (peringkat 288), jadi salah satu dari 19 perusahaan RI.
- Dinilai unggul dari sisi karyawan, pertumbuhan pendapatan, dan ESG.
- Kinerja stabil: pendapatan naik konsisten & didukung transformasi bisnis sejak 2022.
Ipotnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk () mencatatkan prestasi internasional dengan masuk dalam daftar TIME 500 Best Companies Asia-Pacific. Dalam pemeringkatan tersebut, berada di posisi ke-288 dengan skor total 82,65, sekaligus menjadi bagian dari 19 perusahaan Indonesia yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap perekonomian global.
Direktur Utama , Arief Kurnia Risdianto, menyatakan pencapaian ini mencerminkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
"Penghargaan ini mencerminkan kemampuan dalam menghadapi ketidakpastian pasar melalui pengelolaan bisnis yang terukur, efisiensi operasional, serta mitigasi risiko yang pruden," ujar Arief dalam keterangan resmi, Minggu (22/2).
Penilaian dalam daftar tersebut dilakukan oleh TIME bekerja sama dengan Statista, dengan menggunakan tiga indikator utama, yakni kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, serta kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Dari sisi sumber daya manusia, mencatat tingkat keterikatan (engagement) karyawan sebesar 87,74% dengan tingkat perputaran karyawan yang rendah, yakni di bawah 3%. Hal ini mencerminkan stabilitas organisasi dan budaya kerja yang dinilai positif.
Sementara itu, dari aspek keuangan, menunjukkan tren pertumbuhan pendapatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan perusahaan tercatat USD3,57 miliar pada 2022, meningkat menjadi USD3,65 miliar pada 2023, dan kembali naik menjadi USD3,78 miliar pada 2024.
Menurut Arief, kinerja tersebut tidak lepas dari implementasi transformasi bisnis yang dijalankan sejak 2022. Strategi ini dinilai mampu menjaga stabilitas operasional di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
"Konsistensi ini membuat PGN berhasil mempertahankan kinerja operasional yang positif di tengah perekonomian global yang dinamis," katanya.
Di sisi keberlanjutan, juga memperoleh penilaian positif, khususnya dalam upaya pengurangan emisi karbon, peningkatan keberagaman direksi, penerapan kebijakan hak asasi manusia, serta sistem antikorupsi yang kuat.
Ke depan, optimistis dapat terus memperkuat kinerja dengan mengandalkan fundamental bisnis yang sehat dan efisiensi operasional.
"Kami percaya, dengan fundamental bisnis yang sehat serta pengelolaan operasional yang efisien, akan terus maju melampaui perkembangan ekonomi," tutur Arief. (Marjudin/AI)
Sumber : Admin