Pasar Saham Eropa Menguat, Efek Negosiasi AS-Iran Mulai Terasa
Saturday, April 11, 2026       07:04 WIB
  • Saham Eropa menguat dan mencatat kenaikan tiga minggu beruntun didorong optimisme pembicaraan damai AS-Iran.
  • Meski naik, pasar tetap waspada terhadap ketidakpastian gencatan senjata dan potensi krisis energi dari Selat Hormuz.
  • Sektor keuangan, teknologi, dan konstruksi menguat, sementara sektor pertahanan dan beberapa saham individu mengalami tekanan.

Ipotnews - Bursa saham Eropa menguat tipis pada perdagangan hari Jumat (10/4), mencatat kenaikan selama tiga minggu berturut-turut seiring optimisme hati-hati menjelang pembicaraan akhir pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang mampu mengimbangi ketegangan dalam gencatan senjata yang masih rapuh.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,4% ke 614,84 poin. Indeks tersebut naik 3% sepanjang pekan. Sebagian besar bursa regional juga menguat, dengan Indeks CAC 40 Prancis dan IBEX 35 Spanyol masing-masing naik 0,2% dan 0,6%.
Saham Eropa mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari empat tahun pada Rabu setelah berita gencatan senjata antara AS dan Iran, membantu STOXX 600 memangkas sebagian kerugian sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
"Sentimen investor terus berfluktuasi di tengah ketidakpastian mengenai ketahanan perjanjian gencatan senjata Timur Tengah yang telah berlangsung dua minggu," kata Mark Haefele, kepala investasi di UBS Global Wealth Management.
"Meskipun volatilitas kemungkinan akan tetap tinggi dalam jangka pendek, kami tetap percaya bahwa eksposur terhadap tren struktural akan menjadi pembeda utama kinerja pasar saham dalam jangka panjang," tambahnya.
Investor akan memantau dengan cermat pembicaraan tersebut, terutama upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global. Industri bandara Eropa telah memperingatkan bahwa benua tersebut dapat menghadapi kekurangan bahan bakar jet secara sistemik dalam tiga minggu jika jalur tersebut tetap tertutup.
Perusahaan-perusahaan dalam STOXX 600 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba sebesar 4,2% pada kuartal pertama, menurut data LSEG , sedikit lebih tinggi dari estimasi kenaikan 4% pada pekan lalu.
Sementara itu, indeks sektor dirgantara dan pertahanan turun 2,2% setelah laporan Bloomberg menyebut Ukraina dan Rusia menuju potensi kesepakatan. Saham Rheinmetall dan Hensoldt dari Jerman serta Leonardo dari Italia masing-masing turun lebih dari 5%, sementara CSG melemah 8%.
Saham sektor konstruksi juga menguat. Buzzi, Holcim, dan Heidelberg Materials naik antara 3% hingga 5,6%. Sektor keuangan dan teknologi turut menopang indeks, masing-masing naik 1,3%. Sektor barang mewah Eropa naik 0,9% setelah Brunello Cucinelli dari Italia melonjak 5,3% berkat pendapatan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi.
Di sisi lain, saham Sodexo turun 10% ke level terendah enam tahun setelah perusahaan katering asal Prancis itu memangkas target penjualan dan profitabilitas tahunannya. Repsol turun 5,8% setelah perusahaan energi asal Spanyol tersebut merilis kinerja perdagangan kuartal pertama yang lebih buruk dari perkiraan.
Di Amerika Serikat, harga konsumen meningkat paling besar dalam hampir empat tahun pada Maret akibat lonjakan harga minyak yang dipicu perang Iran. Pasar akan terus mencermati data inflasi untuk menilai dampak global dari konflik tersebut.
(reuters)

Sumber : admin

berita terbaru