- Wall Street naik dua hari beruntun setelah Trump menarik ancaman tarif, ditopang data ekonomi AS yang solid.
- Dow, S&P 500, dan Nasdaq menguat, dengan saham teknologi dan Russell 2000 mencetak rekor.
- Investor tetap waspada menjelang musim laporan keuangan dan dinamika geopolitik.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di area positif, Kamis, mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, seiring investor kembali memborong saham setelah Presiden AS Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap sekutu Eropa. Sentimen pasar juga didukung data ekonomi yang menegaskan ketahanan perekonomian Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat menguat 306,78 poin atau 0,63% menjadi 49.384,01, S&P 500 melompat 37,73 poin atau 0,55% ke posisi 6.913,35, sementara Nasdaq Composite Index melonjak 211,20 poin atau 0,91% jadi 23.436,02, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Kamis (22/1) atau Jumat (23/1) pagi WIB.
Penguatan tersebut terjadi sehari setelah S&P 500 mencatat kenaikan persentase harian terbesar dalam dua bulan, ketika Trump mundur dari rencana penerapan tarif sebagai alat tekanan untuk menguasai Greenland dan menyatakan kerangka kesepakatan (framework) untuk mengakhiri sengketa terkait wilayah Denmark itu mulai terlihat.
Investor dengan cepat kembali ke pasar saham setelah langkah balik Trump pada Rabu. Namun, penguatan dua hari terakhir belum sepenuhnya menutup kerugian yang dialami ketiga indeks utama Wall Street pada Selasa, saat ancaman tarif Trump mengguncang pasar global.
Secara mingguan, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masih turun masing-masing 0,4%, sementara Dow Jones relatif tidak berubah.
"Rasanya aneh sebagai pengelola dana karena setiap hari bangun tanpa tahu apakah suasananya seperti pagi Natal atau justru Friday the 13th," kata CEO Investment Partners Asset Management, Gregg Abella.
Dia menilai isu geopolitik meningkatkan fokus pengelolaan portofolio di tengah volatilitas, sekaligus menegaskan pentingnya diversifikasi lintas saham, sektor, dan kelas aset.
Mencerminkan meningkatnya selera risiko investor, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 naik 0,76% atau 20,59 poin menjadi 2.718,76, rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Musim laporan keuangan semakin bergulir dan berpotensi menguji sentimen pasar, seiring perusahaan memaparkan bagaimana permintaan konsumen, tekanan biaya, dan kondisi makro yang tidak mulus memengaruhi kinerja akhir tahun mereka.
Sebagian besar saham kelompok "Magnificent Seven" dijadwalkan melaporkan kinerja pekan depan. Mengingat bobotnya yang besar dalam indeks, kinerja dan prospek emiten-emiten ini akan sangat menentukan arah pasar secara keseluruhan.
Ketujuh saham tersebut kompak menguat pada sesi Kamis, dipimpin Meta yang melambung 5,7% dan Tesla yang melesat 4,2%.
Saham perbankan umumnya mencatat kinerja positif seiring rilis laporan keuangan, meski Huntington Bancshares anjlok 6% setelah membukukan kinerja kuartal keempat yang terbebani biaya akuisisi. Beberapa bank regional besar yang sebelumnya menguat juga terkoreksi, dengan Fifth Third Bancorp melorot 3,7% dan Regions Financial melemah 1,3%.
Procter & Gamble melejit 2,6% setelah merilis laporan keuangan kuartalan. Saham Intel, yang melaporkan kinerja setelah penutupan pasar, naik tipis 0,1% sehingga mencatatkan lompatan sepanjang 2026 sebesar 47,2%.
Di sisi lain, Abbott anjlok 10%, penurunan harian terbesar sejak 2002, setelah produsen alat kesehatan tersebut memproyeksikan laba kuartal berjalan di bawah ekspektasi Wall Street.
Saham GE Aerospace merosot 7,4% meski memperkirakan laba tahunan di atas estimasi. Produsen saus pedas Cholula, McCormick, ambles 8,1% setelah memproyeksikan laba tahunan 2026 yang lemah akibat kenaikan biaya terkait tarif dan input lainnya.
Sejumlah data ekonomi terbaru turut menopang sentimen positif pasar.
Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan belanja konsumen Amerika meningkat solid sepanjang November dan Oktober, sehingga ekonomi diperkirakan tetap berada di jalur pertumbuhan kuat untuk kuartal ketiga berturut-turut.
Data terpisah memperlihatkan klaim awal tunjangan pengangguran naik lebih kecil dari perkiraan pekan lalu. Selain itu, ekonomi AS tercatat tumbuh 4,4% pada kuartal ketiga 2025, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 18,30 miliar lembar, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 16,91 miliar lembar dalam 20 hari sesi terakhir. (Reuters/CNBC/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-3M Company (3,04%)
-Salesforce Inc (2,94%)
-Procter & Gamble Company (2,65%)
Saham berkinerja terburuk
-Merck & Company Inc (-1,74%)
-Sherwin-Williams Co (-1,59%)
-Walmart Inc (-1,28%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Enphase Energy Inc (12,54%)
-Arista Networks (8,74%)
-Northern Trust Corporation (6,02%)
Saham berkinerja terburuk
-Abbott Laboratories (-10,04%)
-McCormick & Company Incorporated (-8,05%)
-GE Aerospace (-7,38%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Digital Currency X Technology Inc (1.294,57%)
-60 Degrees Pharmaceuticals Inc (150,08%)
-IO Biotech Inc (128,85%)
Saham berkinerja terburuk
-C3is Inc (-35,51%)
-Mingteng International Corp Inc (-26,44%)
-eLong Power Holding Ltd (-26,38%)
Sumber : Admin