Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Penyedia Underlying ETF Emas di BEI
Tuesday, August 11, 2026       02:10 WIB

AI News - Pegadaian resmi menjadi penyedia tunggal aset dasar ETF Emas melalui Electronic Gold Receipt (EGR) pada peluncuran ETF Emas di Bursa Efek Indonesia pada Senin 10 Agustus 2026, menandai langkah strategis integrasi pasar bullion dengan pasar modal, sehingga investor dapat mengakses emas melalui mekanisme pasar modal.

Poin Penting

  • Peluncuran ETF Emas tercatat dan diperdagangkan di BEI pada 10 Agustus 2026.
  • Pegadaian menjadi bullion bank satu-satunya yang menyediakan underlying ETF Emas melalui EGR.
  • 1 gram emas setara dengan 1.000 EGR, dengan nilai nominal Rp2.367 per unit.
  • Gold holdings Pegadaian mencapai 153 ton atau kira-kira US$20 miliar.
  • EGR memiliki kode ISIN IDT000000103 dan kode efek PPGDSNI9999EGR, diterbitkan pada 4 Agustus 2026.

Mengapa Pegadaian Dipilih sebagai Penyedia Underlying Tunggal untuk ETF Emas?


Pegadaian dipilih karena infrastruktur bullion yang telah teruji selama ratusan tahun serta jaringan produsen emas bersertifikasi SNI 99,99% yang mendukung kepastian fisik emas, menurut Detik. Vault berstandar internasional, rekonsiliasi berkala dengan KSEI , serta kepatuhan pada POJK 17/2024 dan POJK 2/2026 memberikan landasan regulasi yang kuat, menurut Detik. Selain itu, kapasitas penyimpanan sebesar 153 ton emas-setara US$20 miliar-menjadikannya sumber likuiditas yang signifikan bagi pasar modal, menurut Detik. Bisnis Indonesia menegaskan bahwa Pegadaian menjadi bullion bank pertama yang berperan sekaligus sebagai Gold Provider dan Gold Custody, menambah kepercayaan manajer investasi dalam menggunakan EGR sebagai aset dasar, menurut Bisnis Indonesia. Kombinasi faktor regulasi, infrastruktur, dan kapasitas logistik ini menjadikan Pegadaian satu-satunya pilihan yang dapat menjamin keamanan dan transparansi dalam penyediaan underlying ETF emas.

Apa Mekanisme Penggunaan Electronic Gold Receipt (EGR) dalam ETF Emas?


EGR berfungsi sebagai bukti kepemilikan digital yang didukung oleh emas fisik 1:1, dimana 1 gram emas diwakili oleh 1.000 EGR, menurut Bisnis Indonesia. Proses dimulai ketika manajer investasi membentuk produk ETF dan menunjuk dealer participant untuk memperoleh EGR dari Pegadaian, sehingga ETF dapat diperdagangkan di bursa dengan underlying yang terverifikasi, menurut Bisnis Indonesia. Setiap unit EGR memiliki nilai nominal Rp2.367 dan terdaftar dengan kode ISIN IDT000000103 serta kode efek PPGDSNI9999EGR sejak 4 Agustus 2026, menurut Bisnis Indonesia. Emisi EGR menggunakan emas berstandar SNI 99,99 % dengan berat total 10 kilogram, yang disimpan dalam vault berstandar internasional dan diaudit secara internal serta eksternal untuk menjamin integritas aset, menurut Bisnis Indonesia. Mekanisme ini menyatukan keamanan kepemilikan fisik dengan kemudahan transaksi digital, memungkinkan ETF emas beroperasi secara efisien di pasar modal.

Bagaimana Peluncuran ETF Emas dan Peran EGR Dapat Memengaruhi Akses Investasi Emas bagi Masyarakat Indonesia?


Dengan ETF Emas yang diperdagangkan di BEI, investor ritel kini dapat memperoleh eksposur emas melalui instrumen yang likuid dan dapat diperdagangkan setiap hari, tanpa harus menyimpan fisik secara langsung, menurut Detik. Kesesuaian prinsip syariah yang diakui oleh Dewan Syariah Nasional MUI menambah daya tarik bagi investor Muslim, memperluas basis pasar, menurut Detik. Menurut Menteri Koordinator Airlangga Hartarto, keberadaan ETF ini diharapkan meningkatkan kedalaman pasar keuangan Indonesia dan memperkuat posisi kompetitif secara global, sejalan dengan pertumbuhan aset kelolaan ETF emas dunia yang mencapai USD 559 miliar pada 2025, menurut Detik. EGR sebagai underlying memberikan transparansi dan keamanan, sehingga investor dapat mempercayai bahwa setiap unit ETF didukung oleh emas fisik yang terverifikasi, menurut Bisnis Indonesia. Secara keseluruhan, peluncuran ini membuka jalur investasi yang lebih modern, terjangkau, dan terintegrasi antara sektor bullion dan pasar modal, memperluas pilihan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pasar emas internasional.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News