- , , , dan masuk daftar perusahaan terbaik GRC 2026.
- Mardiasmo menekankan governansi harus mendorong ketahanan dan penciptaan nilai jangka panjang.
- Intelligent GRC mengintegrasikan data, teknologi, analitik, dan AI untuk mendukung keputusan strategis.
Ipotnews - Penguatan tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan (GRC) di kalangan emiten terus didorong melalui penerapan yang semakin terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis. Sejumlah perusahaan terbuka, termasuk PT Sinar Terang Mandiri Tbk (), tercantum dalam daftar perusahaan terbaik pada kegiatan GRC 2026.
Selain , terdapat juga nama emiten lainnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (), PT Waskita Karya (Persero) Tbk () dan PT Timah Tbk ().
Kegiatan yang diselenggarakan Top Business bersama sejumlah organisasi dan pemangku kepentingan GRC ini mengusung tema "Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC", yang menekankan integrasi keberlanjutan ke dalam strategi, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, budaya organisasi, serta pemanfaatan data dan teknologi.
Menurut Ketua Umum Komite Nasional Kebijakan Governansi ( KNKG ), Mardiasmo dalam siaran pers, Jumat (11/9), penguatan governansi tidak cukup berhenti pada kepatuhan dan kelengkapan struktur, tetapi harus tercermin dalam perilaku etis, kualitas keputusan, perlindungan pemangku kepentingan, ketahanan, serta penciptaan nilai jangka panjang.
Dia menyebutkan, sustainability perlu dirancang sejak purpose, strategi, risk appetite, dan alokasi sumber daya. Sementara itu, intelligent GRC harus memperkuat akuntabilitas manusia, bukan menggantikannya. Mardiasmo menekankan pentingnya sinergi antardepartemen melalui tiga standar global, yakni ISO 37000 untuk governansi berbasis tujuan, ISO 31000 untuk manajemen risiko strategis dan ISO 37301.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara GRC 2026 M Lutfi Handayani menyampaikan, proses penilaian tidak hanya ditujukan untuk memberikan apresiasi, tetapi juga memberikan insight, benchmarking dan agenda perbaikan bagi perusahaan. "Proses penilaian dan penjurian harus memberikan nilai tambah berupa insight dan agenda improvement," ucapnya.
Ketua Dewan Juri, Antonius Alijoyo mengatakan, Intelligent GRC tidak sekadar digitalisasi dokumen, tetapi pemanfaatan data, teknologi, analitik, dan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat informasi, mendeteksi risiko lebih cepat, meningkatkan efektivitas kontrol dan mendukung pengambilan keputusan.
"Perjalanan menuju Intelligent GRC adalah perjalanan menjadikan GRC semakin terintegrasi dengan bisnis--dari sekadar memenuhi kewajiban, menuju GRC yang memberi insight, mendukung keputusan strategis, memperkuat resiliensi, dan menciptakan sustainable value," kata Antonius.
Dia juga mendorong perusahaan menggeser orientasi GRC dari compliance-driven menuju value-driven, tanpa mengurangi kepatuhan sebagai fondasi. GRC diharapkan semakin terintegrasi dengan strategi bisnis, didukung leadership dan culture, serta memanfaatkan data, teknologi digital, dan AI secara bertanggung jawab.
(Budi/AI)
Sumber : admin