Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BBRI Capai Rp842,1 Triliun Hingga Semester I
Friday, September 11, 2026       10:13 WIB
  • Portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp842,1 triliun hingga semester I 2026.
  • Pembiayaan sosial menjadi kontributor terbesar senilai Rp739,9 triliun, sedangkan pembiayaan lingkungan mencapai Rp102,2 triliun.
  • Sustainable wholesale funding mencapai Rp37,6 triliun, dengan pengembangan green bond dan social bond.

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () mencatat portofolio pembiayaan terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga semester I 2026, atau sekitar 58% dari total portofolio kredit perseroan.
Mengutip siaran pers perseroan, Jumat (11/9), nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi semester I 2025 yang mencapai Rp802,4 triliun. Peningkatan portofolio tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam memperkuat implementasi sustainable finance dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam aktivitas operasional, pembiayaan, pendanaan, dan investasi.
Dari total portofolio pembiayaan berkelanjutan tersebut, pembiayaan terkait aspek sosial menjadi komponen terbesar dengan nilai mencapai Rp739,9 triliun. Pembiayaan sosial tersebut terutama berasal dari kredit mikro yang mencapai 60,4%, kemudian kredit UKM sebesar 37,1% dan pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar 2,5%.
Besarnya porsi pembiayaan mikro dan UKM memungkinkan BRI berperan dalam mendukung keberlangsungan aktivitas usaha masyarakat. Sementara itu, pembiayaan perumahan bersubsidi diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan hunian.
Sementara itu, pembiayaan yang terkait dengan aspek lingkungan tercatat sebesar Rp102,2 triliun, atau sekitar 7,1% dari total portofolio kredit BRI. Pembiayaan tersebut diarahkan kepada berbagai aktivitas yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Portofolio pembiayaan lingkungan terbesar berasal dari sustainable land management dengan porsi 69,2%. Selanjutnya, green transportation sebesar 3,1%, energi baru terbarukan 6,5%, produk ramah lingkungan 4,5%, efisiensi energi 2,6%, serta aktivitas lingkungan lainnya.
Penguatan pembiayaan sosial dan lingkungan tersebut juga berjalan seiring dengan pengembangan sustainable wholesale funding BRI.
Hingga semester I 2026, sustainable wholesale funding BRI mencapai Rp37,6 triliun, meningkat dibandingkan Rp34,8 triliun pada 2025 dan Rp27 triliun pada 2024.
Instrumen pendanaan tersebut terdiri atas green bond, social bond, sustainability-linked loan, social loan, serta instrumen lainnya. Porsi terbesar berasal dari social loan sebesar 38%, diikuti social bond sebesar 26,6%, sustainability-linked loan sebesar 23,8%, green bond sebesar 3,7%, dan instrumen lainnya sebesar 7,9%.
Penggunaan dana tersebut juga diperkuat dengan pengukuran dan pelaporan dampak melalui impact report. Dengan demikian, investor tidak hanya memperoleh informasi mengenai penggunaan dana, tetapi juga dapat melihat manfaat yang dihasilkan dari pembiayaan yang didukung instrumen tersebut.
Dari sisi sosial, komitmen BRI antara lain diwujudkan melalui penerbitan Social Bond. Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan aset usaha nasabah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.
Dari sisi lingkungan, pembiayaan yang didukung green bond BRI turut memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.
Berdasarkan impact report, penyaluran proceeds atas penerbitan green bond BRI berkontribusi terhadap penghindaran emisi sebesar 2.711 kTCO2e per tahun. Pembiayaan tersebut sekaligus mendukung praktik sustainable land management melalui pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi ISPO /RSPO.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin