- Sektor energi masih berpeluang menjadi primadona hingga akhir tahun.
- Investor mulai fokus pada emiten dengan laba dan arus kas kuat, bukan sekadar harga komoditas.
- Saham yang direkomendasikan: , , , dan , dengan pendekatan sesuai profil risiko.
Ipotnews - Sektor energi dinilai masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, seiring rotasi investor dari euforia harga komoditas menuju pencarian emiten dengan fundamental kuat.
Founder Republik Investor Hendra Wardana menegaskan bahwa penguatan saham energi saat ini bukan lagi sekadar efek kenaikan harga batubara, melainkan karena visibilitas laba dan arus kas yang solid.
"Investor mulai melakukan rotasi ke sektor energi untuk mencari emiten dengan visibilitas laba dan arus kas yang kuat," ujar Hendra dalam ulasan di akun IG pribadinya, Sabtu (5/9).
Ia mencatat bahwa indeks IDX Energy menguat 14,16 persen dalam sebulan hingga 3 September 2026. Hal ini menandakan minat pasar terhadap saham-saham energi masih tinggi.
Namun, Hendra mengingatkan bahwa kenaikan harga saham akan semakin selektif dan memasuki fase stock picking, di mana investor perlu cermat memilih emiten dengan kinerja berkelanjutan.
Dalam rekomendasinya, Hendra menyebut dan sebagai saham trading buy, masing-masing dengan target harga Rp2.860 dan Rp3.000. Sementara bagi investor dengan profil risiko lebih agresif, direkomendasikan sebagai speculative buy dengan target Rp4.720, serta dengan target Rp250.
" dan membutuhkan manajemen risiko yang lebih disiplin karena karakter pergerakannya lebih agresif," tambah Hendra.
(Marjudin/ AI)
Sumber : admin