- IHSG dibuka turun tipis di level 5.899 dan sempat terkoreksi ke 5.874, dengan delapan sektor melemah dan tiga sektor menguat
- Harga minyak dunia naik 2,07% ke USD90,03 per barel akibat ketegangan Iran-AS dan batubara naik 0,50%
- IHSG berpotensi menuju level psikologis 6.000, dengan rekomendasi saham , , dan .
Ipotnews - Pagi ini, Kamis (11/6), IHSG dibuka melemah di level 5.899 atau turun 3 poin setelah kemarin ditutup menguat 2,71 persen pada level 5.902.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, indeks tercatat melemah 0,47 persen atau 27 poin ke level 5.874. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.929 di zona hijau dan terendah di level 5.872 di zona merah.
Sebanyak 284 emiten bergerak menguat, 259 emiten melemah dan 416 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 169 ribu kali dengan nilai Rp1,47 triliun serta market kapital perdagangan mencapai Rp10,31 triliun.
Delapan sektor melemah dan tiga sektor lainnya menguat. Sektor yang melemah yaitu transportasi -0,36 persen menjadi 1.644, industri -0,46 persen menjadi 1.489, energi -0,35 persen menjadi 2.774, keuangan -1,17 persen ke level 1.264.
Kemudian sektor bahan baku -1,75 persen ke level 1.539, infrastruktur -0,46 persen menjadi 1.729, konsumer non primer -0,06 persen menjadi 612, konsumer primer -0,36 persen menjadi 868.
Lalu untuk sektor - sektor yang menguat yaitu kesehatan 0,50 persen ke level 1.401, properti 1,10 persen menjadi 740 dan teknologi 1,75 persen menjadi 6.605.
Kabar terbaru dari market global, harga minyak mentah dunia kembali menguat 2,07 persen ke level USD90,03 per barel, emas turun 4,17 persen menjadi USD4.073,92 per tr.oz serta harga batubara naik 0,50 persen menjadi USD150,95 per ton.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Brigita Kinari menjelaskan kenaikan harga minyak dunia tersebut tidak lepas dari meningkatnya ketegangan antara Iran Vs Amerika Serikat (AS) yang tak kunjung menghasilkan kesepakatan damai. Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran akan membayar harga yang mahal atas apa yang terjadi belakangan ini.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) periode Mei 2026 di level 120,9 dan juga adanya kabar positif dimana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat paska BI menetapkan peningkatan suku bunga acuan.
Untuk IHSG Brigita memperkirakan masih akan melanjutkan sesi penguatan dengan menuju level psikologis di kisaran 6.000. Untuk itu para investor dapat melakukan penyesuaian.
"Kita masih harus tetap memantau bersama - sama karena kenaikan ini ( IHSG ) masih bersifat jangka pendek dan masih rawan aksi profit taking. Jadi sesuaikan trading secara terukur," kata Brigita dalam IPOT Live.
Brigita merekomendasikan tiga saham pilihan untuk investor yaitu sebagai berikut :
* - Buy (Entry: 348, Target: 384, Stop loss: 334)
* - Buy (Entry: 196, Target: 216, Stop loss: 188)
* - Buy on Pullback (Entry: 4.180 - 4.210, Target: 4.490, Stop loss: 4.050).
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin