Rupiah Diperkirakan Loyo Usai Libur Panjang Akibat Tekanan Perang Timur Tengah
Wednesday, March 25, 2026       09:22 WIB
  • Rupiah melemah ke Rp16.918/USD (25/3 pagi), turun 0,12% dipicu eskalasi konflik Iran vs AS-Israel dan sentimen pasar yang masih lemah.
  • Tekanan berlanjut: Analis perkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.850-Rp16.950/USD setelah libur panjang.
  • Konflik memanas: Iran buka akses terbatas Selat Hormuz, sementara AS dilaporkan siapkan pengerahan 3.000 pasukan ke Timur Tengah.

Ipotnews - Eskalasi perang di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dengan Israel yang masih terus berlangsung. Hal tersebut diperkirakan melemahkan kurs rupiah terhadap dolar AS dalam perdagangan usai libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu pagi (25/3) pukul 09.09 WIB, rupiah sedang diperdagangkan pada level Rp16.918 per dolar AS, melemah 20 poin atau 0,12% dibandingkan posisi akhir perdagangan Selasa sore (24/3) di posisi Rp16.898 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dengan Israel yang masih berkecamuk diperkirakan tetap menekan kurs rupiah saat pasar kembali dibuka usai libur panjang.
"Benar, walau beberapa sesi terakhir ada harapan positif, namun sentimen investor terutama di pasar mata uang masih tidak telalu kuat. Rupiah diperkirakan masih akan tertekan dalam rentang Rp16.850 - Rp16.950 per dolar AS," kata Lukman saat dihubungi oleh Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas dengan serangkaian perkembangan signifikan, mulai dari serangan rudal hingga manuver diplomatik sejumlah negara besar.
Iran menyatakan bahwa "kapal non-musuh" kini dapat melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO), di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Media AS melaporkan bahwa Washington berencana mengerahkan sekitar 3.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi menghadapi Iran.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin

berita terbaru
Tuesday, Mar 31, 2026 - 19:09 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of GDYR
Tuesday, Mar 31, 2026 - 19:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of IDEA
Tuesday, Mar 31, 2026 - 19:04 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of GULA
Tuesday, Mar 31, 2026 - 19:01 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of FPNI
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:59 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of ISEA
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:56 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of JECC
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:53 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of IMPC
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:51 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of GDST
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:48 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of GWSA
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:45 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of EURO