Rupiah Merosot Akibat AS Isyaratkan Penolakan Terhadap Proposal Perdamaian Iran
Wednesday, April 29, 2026       10:56 WIB
  • Rupiah melemah ke Rp17.281/USD (-0,22%) dipicu sentimen risk-off setelah AS menolak proposal perdamaian Iran.
  • Penolakan ini memperburuk prospek damai Timur Tengah, mendorong kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi global.
  • Pasar pesimistis negosiasi AS-Iran buntu; rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.200-Rp17.300/USD.

Ipotnews - Kurs rupiah langsung merosot terhadap dolar pada awal perdagangan pagi ini, setelah Amerika Serikat mengisyaratkan penolakan terhadap proposal perdamaian yang diajukan oleh Iran.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu pagi (29/4) pukul 09.06 WIB, rupiah sedang diperdagangkan di level Rp17.281 per dolar AS, melemah 38 poin atau 0,22% dibandingkan akhir perdagangan Selasa (28/4) di Rp17.243 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentomen risk off dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Kondisi ini merespons penolakan AS terhadap proposal Iran, memicu pesimisme pada harapan perdamaian di Timur Tengah," kata Lukman kepada Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Pelaku pasar ini kini semakin tidak yakin perdamaian antara Amerika Serikat dengan Iran bisa dicapai. "Menurut saya bakalan buntu, karena AS dan Iran sama-sama tidak mau mengalah. Range kurs rupiah hari ini kemungkinan di Rp17.200 - Rp17.300 per dolar AS," ujar Lukman.
Presiden AS Donald Trump tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang yang telah berlangsung dua bulan, kata seorang pejabat AS, sehingga meredupkan harapan penyelesaian konflik yang telah mengganggu pasokan energi, memicu inflasi, dan menewaskan ribuan orang.
Proposal terbaru Iran mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklirnya ditunda hingga perang yang saat ini ditahan setelah gencatan senjata awal bulan ini benar-benar berakhir dan sengketa pengiriman dari kawasan Teluk terselesaikan.
Dikutip dari The Strait Times pada Selasa (28/4), seorang pejabat AS yang mengetahui pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin mengatakan bahwa Trump tidak puas karena ia ingin isu nuklir dibahas sejak awal.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin

berita terbaru
Tuesday, May 05, 2026 - 17:22 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of HAIS
Tuesday, May 05, 2026 - 17:19 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of JRPT
Tuesday, May 05, 2026 - 17:16 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of KOBX
Tuesday, May 05, 2026 - 17:12 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of GLOB
Tuesday, May 05, 2026 - 17:08 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of EPMT
Tuesday, May 05, 2026 - 17:01 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of INCI
Tuesday, May 05, 2026 - 16:57 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of INDR
Tuesday, May 05, 2026 - 16:51 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of DMAS
Tuesday, May 05, 2026 - 16:48 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of GGRM