- S&P 500 dan Nasdaq Composite naik ke rekor tertinggi berkat saham AI dan teknologi.
- Inflasi AS yang tinggi memperkuat peluang suku bunga tetap tinggi lebih lama.
- Saham Nvidia, Tesla, dan Ford menguat, sementara saham kripto melemah.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Rabu, dengan S&P 500 dan Nasdaq menguat didorong reli saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membantu pasar mengabaikan data inflasi yang lebih panas dari perkiraan serta meningkatnya peluang bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
S&P 500 dan Nasdaq berhasil berbalik arah dari pelemahan di awal perdagangan untuk mencetak rekor penutupan tertinggi baru, seiring pulihnya saham-saham chip dari tekanan pada sesi sebelumnya.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup melompat 43,29 poin atau 0,58 persen menjadi 7.444,25 dan Nasdaq Composite Index melesat 314,14 poin atau 1,20 persen ke posisi 26.402,34, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 67,36 poin atau 0,14 persen jadi 49.693,20, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Rabu (13/5) atau Kamis (14/5) pagi WIB.
Enam dari tujuh saham raksasa teknologi yang dikenal sebagai kelompok "Magnificent Seven" melonjak antara 1,4 persen hingga 3,9 persen.
Chief Market Strategist Carson Group, Ryan Detrick, mengatakan sektor teknologi tetap menunjukkan ketahanan meski tekanan inflasi terus meningkat. Menurut dia, setelah sempat melemah sehari sebelumnya, saham-saham chip kembali melonjak tajam dan menjadi penggerak utama pasar.
Data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan harga produsen atau producer price index (PPI) meningkat 1,4 persen bulan lalu, kenaikan bulanan terbesar dalam empat tahun terakhir. Lonjakan tersebut sebagian besar dipicu gangguan pasokan minyak mentah akibat penutupan Selat Hormuz.
Namun, laporan itu juga memperlihatkan kenaikan harga minyak mulai merembet ke berbagai sektor ekonomi lainnya, menandakan tekanan inflasi semakin meluas.
Serangkaian data inflasi terbaru praktis memupus harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh the Fed. Bahkan, Presiden Federal Reserve Boston Susan Collins mengatakan kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan jika tekanan inflasi tidak mereda.
Di sisi lain, Kevin Warsh, kandidat pilihan Presiden Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai bos the Fed, resmi dikonfirmasi Senat melalui pemungutan suara berdasarkan garis partai politik.
Chief investment officer Plante Moran Financial Advisors, Jim Baird, mengingatkan investor agar tidak mengabaikan risiko periode inflasi tinggi dan suku bunga elevated yang lebih panjang. Dia menilai data PPI terbaru semakin memperkuat narasi risiko inflasi dan mendukung kemungkinan the Fed mempertahankan jeda kebijakan lebih lama.
Pasar global juga menyoroti kunjungan Trump ke Beijing menjelang pertemuan tingkat tinggi selama dua hari dengan Presiden China Xi Jinping.
Trump datang bersama rombongan pebisnis besar Amerika Serikat, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk. Agenda utama pertemuan tersebut mencakup upaya mendorong China membuka akses lebih luas bagi bisnis Amerika sekaligus menjaga stabilitas gencatan dagang yang masih rapuh antara kedua negara.
Trump juga diperkirakan berupaya memperbaiki tingkat popularitasnya yang terpukul akibat perang Iran dan lonjakan harga energi.
Saham Nvidia melambung 2,3 persen, sementara Tesla menguat 2,7 persen.
Pertemuan itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing terkait penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan serta kritik China terhadap rancangan aturan baru yang berpotensi mempersulit produsen chip China memproduksi semikonduktor AI.
"Presiden Trump membawa hampir pasukan kecil bersamanya untuk bertemu dengan para pemimpin China dan Presiden Xi," kata Detrick. "Dengan semua berita negatif tentang Iran, dia ingin keluar dari pertemuan di China ini dengan potensi beberapa kesepakatan penting."
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sektor layanan komunikasi dan teknologi mencatat kenaikan terbesar. Sebaliknya, sektor utilitas menjadi yang paling tertinggal.
Morgan Stanley juga menaikkan target tahunan indeks S&P 500 menjadi 8.000 dari sebelumnya 7.800. Bank investasi tersebut menilai saham-saham Amerika Serikat masih memiliki ruang penguatan berkat solidnya kinerja laba perusahaan.
Saham Ford melejit 13,2 persen, menjadi kenaikan harian terbesar dalam enam tahun terakhir, setelah Morgan Stanley menyebut bisnis energi perusahaan otomotif itu serta kemitraannya dengan raksasa baterai China CATL sebagai keunggulan kompetitif yang belum sepenuhnya dihargai pasar.
Sementara itu, Nebius Group melesat 15,7 persen setelah perusahaan cloud AI tersebut melaporkan pendapatan kuartalan yang melonjak hampir delapan kali lipat.
EchoStar naik 3 persen sehari setelah Federal Communications Commission menyetujui penjualan spektrum nirkabel senilai USD40 miliar kepada SpaceX dan AT&T.
Di sisi lain, saham perusahaan kripto Coinbase dan Strategy masing-masing anjlok 2,8 persen dan 3,5 persen seiring pelemahan harga bitcoin dan ethereum.
Di Bursa Efek New York ( NYSE ), jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun dengan rasio 1,21 banding 1. Tercatat terdapat 433 saham mencetak level tertinggi baru dan 175 saham menyentuh level terendah baru.
Sementara di Nasdaq, sebanyak 2.273 saham menguat dan 2.450 saham melemah, dengan rasio saham melemah terhadap saham menguat sebesar 1,08 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 37 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 46 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 119 rekor tertinggi baru dan 191 rekor terendah baru.
Volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 19,03 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 18,12 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Johnson & Johnson (2,76%)
-3M Company (2,72%)
-Cisco Systems Inc (2,60%)
Saham berkinerja terburuk
-Salesforce Inc (-3,19%)
-Home Depot Inc (-2,53%)
-International Business Machines (-2,07%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Ford Motor Company (13,18%)
-Enphase Energy Inc (12,03%)
-ON Semiconductor Corporation (11,15%)
Saham berkinerja terburuk
-FactSet Research Systems Inc (-6,51%)
-Constellation Energy Corp (-6,37%)
-Jacobs Engineering Group Inc (-6,03%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Dreamland Ltd (876,69%)
-Mainz Biomed BV (315,12%)
-Roboai Inc (102,97%)
Saham berkinerja terburuk
-Work Medical Technology Group Ltd (-58,56%)
-Reviva Pharmaceuticals Holdings, Inc (-55,73%)
-American Rebel Holdings Inc (-51,64%)
Sumber : Admin