- S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor tertinggi berkat optimisme AI.
- Saham semikonduktor melonjak, dipimpin Micron (+19%).
- Dow turun tipis, pasar tetap optimistis soal konflik Iran.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Selasa, dengan S&P 500 dan Nasdaq kembali mencatat rekor tertinggi, didorong optimisme kuat terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mampu meredam kekhawatiran investor terkait konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian negosiasi perdamaian dengan Iran.
Indeks berbasis luas S&P 500 melompat 45,65 poin atau 0,61 persen menjadi 7.519,12, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Selasa (26/5) atau Rabu (27/5) pagi WIB.
Nasdaq Composite Index melonjak 312,21 poin atau 1,19 persen ke posisi 26.656,18 dan juga menorehkan rekor baru. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru turun 118,02 poin atau 0,23 persen menjadi 50.461,68.
Selain mencetak rekor penutupan, indeks S&P 500, Nasdaq, dan Russell 2000 juga sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan intraday, mencerminkan kuatnya reli pasar saham Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.
Penguatan pasar dipimpin saham sektor semikonduktor yang terus menikmati lonjakan permintaan terkait teknologi AI. Micron Technology melesat 19 persen dan untuk pertama kalinya mencapai valuasi pasar USD1 triliun setelah UBS menaikkan target harga saham perusahaan tersebut menjadi USD1.625 dari sebelumnya USD535.
Kinerja keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan serta kembali menguatnya keyakinan terhadap prospek bisnis AI menjadi pendorong utama penguatan pasar saham Wall Street, meski konflik dengan Iran masih berlangsung. Investor kini mulai mengalihkan perhatian pada rencana penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah perusahaan AI swasta terbesar, termasuk SpaceX.
Chief Investment Officer Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli, mengatakan reli saham teknologi tahun ini mengingatkan pada ledakan sektor teknologi pada akhir 1990-an.
Meski demikian, dia menilai pengalaman dari pecahnya gelembung teknologi lebih dari dua dekade lalu dapat membantu pasar menghindari skenario serupa saat ini.
Sentimen pasar juga mendapat dorongan dari pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyebut kesepakatan dengan Teheran untuk menghentikan konflik kemungkinan dapat tercapai dalam "beberapa hari". Di saat yang sama, kantor berita Iran, Tasnim , melaporkan Teheran tengah mengupayakan pencairan dana Iran sebesar USD24 miliar yang dibekukan di luar negeri.
Chief Executive Officer 50 Park Investments, Adam Sarhan, menilai peluang penyelesaian konflik secara damai dalam waktu dekat cukup besar. Menurut dia, prospek pertumbuhan laba perusahaan tetap kuat meski inflasi masih tinggi, sementara ekonomi Amerika juga masih menunjukkan ekspansi.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent melambung sekitar 4 persen setelah militer Amerika melakukan serangan ke Iran, sehingga memicu ketidakpastian mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali kelancaran jalur pelayaran energi melalui Selat Hormuz.
Pada perdagangan saham individual, Qualcomm melesat hampir 4,5 persen setelah Bloomberg melaporkan perusahaan mencapai kesepakatan dengan ByteDance, pemilik TikTok, untuk memasok chip. Saham Marvell Technology juga menguat 6 persen.
Indeks Philadelphia Semiconductor, yang mengukur kinerja saham perusahaan semikonduktor, melonjak 5,5 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Menjelang berakhirnya musim laporan keuangan, data LSEG memperlihatkan pertumbuhan laba emiten kuartal pertama diperkirakan mencapai 29 persen secara tahunan (year-on-year), jauh lebih tinggi dibanding estimasi 16,1 persen sebulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, sentimen positif mendominasi perdagangan Wall Street. Di Bursa Efek New York ( NYSE ), jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 2,47 banding 1. Sebanyak 627 saham mencatat rekor tertinggi baru, sedangkan 90 saham menyentuh level terendah baru.
Sementara di Nasdaq, sebanyak 3.078 saham menguat dan 1.785 saham melemah, di mana saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,72 banding 1.
Indeks S&P 500 membukukan 42 rekor tertinggi dalam 52 minggu terakhir dan satu rekor terendah baru, sedangkan Nasdaq mencatat 185 rekor tertinggi baru dan 70 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa saham Wall Street mencapai 18,85 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 18,71 miliar saham dalam 20 sesi terakhir, menandakan tingginya aktivitas investor di tengah reli pasar yang terus berlanjut. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Caterpillar Inc (3,26%)
-Honeywell International Inc (1,67%)
-3M Company (1,08%)
Saham berkinerja terburuk
-Chevron Corp (-3,51%)
-Unitedhealth Group (-2,93%)
-Merck & Company Inc (-2,20%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Micron Technology Inc (19,29%)
-ON Semiconductor Corporation (9,29%)
-Teradyne Inc (8,55%)
Saham berkinerja terburuk
-AutoZone Inc (-8,99%)
-Tractor Supply Company (-5,76%)
-Intuit Inc (-4,82%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-JStar Holding Co Ltd (196,81%)
-VCI Global Ltd (118,05%)
-Momentus Inc (110,16%)
Saham berkinerja terburuk
-Aditx Therapeutics Inc (-50,57%)
-Bitcoin Depot Inc (-41,25%)
-YY Group Holding Ltd (-37,07%)
Sumber : Admin