SFAN Divestasi Saham PGJO Demi Perkuat Fokus Pada Bisnis Inti Jasa Keuangan
Tuesday, June 30, 2026       14:26 WIB
  • melakukan divestasi saham hingga kepemilikan di bawah 50% sebagai bagian dari restrukturisasi portofolio untuk memperkuat fokus pada bisnis inti jasa keuangan.
  • Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan melalui peningkatan transaksi efek, penguatan bisnis advisory dan underwriting, monetisasi platform digital, serta pengembangan SF Sekuritas, Indofund, dan SFUND.
  • belum berencana membagikan dividen karena masih mencatat rugi bersih Rp15,67 miliar pada 2025 dan memprioritaskan penguatan pertumbuhan, efisiensi, serta likuiditas.

Ipotnews - PT Surya Fajar Capital Tbk () menegaskan divestasi kepemilikan saham di PT Tourindo Guide Indonesia Tbk () merupakan bagian dari strategi restrukturisasi portofolio untuk mempertajam fokus pada bisnis inti jasa keuangan.
Perseroan meyakini langkah tersebut akan membuat alokasi sumber daya menjadi lebih optimal sehingga dapat mendukung pertumbuhan usaha ke depan.
Dalam laporan hasil pelaksanaan Paparan Publik 2026 yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6), manajemen menjelaskan divestasi dilakukan dengan menurunkan kepemilikan di menjadi di bawah 50% sebelum berstatus sebagai perusahaan asosiasi.
Menurut perseroan, aksi korporasi tersebut bertujuan merampingkan struktur usaha sekaligus memperkuat fokus pada pengembangan lini bisnis jasa keuangan. Dengan strategi tersebut, berharap dapat mengoptimalkan pengembangan anak usaha utama, yakni SF Sekuritas, Indofund, dan SFUND.
Dalam pemaparan publik yang berlangsung pada Jumat (26/6), manajemen juga memaparkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan di tengah tantangan ekonomi dan volatilitas pasar modal. Perseroan menargetkan peningkatan volume transaksi efek, memperkuat pipeline bisnis advisory dan underwriting, serta melakukan monetisasi platform digital yang dimiliki grup usaha.
Selain itu, akan mengembangkan fitur baru pada aplikasi SFAST milik SF Sekuritas, memperkuat basis borrower skala mikro melalui Indofund, serta mengembangkan platform pasar sekunder pada layanan securities crowdfunding melalui SFUND.
Perseroan juga akan terus memperluas jangkauan nasabah melalui kampanye digital maupun kegiatan tatap muka seperti seminar dan program edukasi keuangan "RencanaKu" yang telah dijalankan di berbagai kota sepanjang 2025.
Di sisi efisiensi, manajemen menyatakan akan menerapkan pengendalian biaya secara selektif tanpa mengurangi kualitas layanan agar setiap pertumbuhan pendapatan dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap profitabilitas perusahaan.
Terkait peluang pembagian dividen, menyatakan belum dapat memberikan kepastian dalam waktu dekat. Perseroan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp15,67 miliar pada 2025, meski telah membaik dibandingkan rugi bersih 2024 yang mencapai Rp52,74 miliar.
Manajemen menegaskan kebijakan pembagian dividen baru dapat dipertimbangkan setelah perseroan membukukan laba bersih positif. Saat ini, perusahaan masih memprioritaskan penggunaan dana untuk mendukung strategi pertumbuhan pendapatan, peningkatan efisiensi biaya, penguatan likuiditas dan arus kas operasional, serta penyelesaian sejumlah aksi korporasi sebagai bagian dari penajaman struktur grup usaha.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin