- dan dua anak usahanya memperpanjang fasilitas kredit dari BCA hingga Rp150 miliar (pinjaman bergulir), Rp450 miliar (bank garansi), dan USD3,2 juta (letter of credit) untuk mendukung modal kerja dan operasional.
- Transaksi ini tergolong material karena nilainya lebih dari 20% namun kurang dari 50% ekuitas , tetapi tidak memerlukan persetujuan RUPS atau penilai independen karena hanya berupa perpanjangan fasilitas bank.
- Perpanjangan kredit ini bertujuan menjaga likuiditas, memperkuat struktur permodalan, dan memberi fleksibilitas pendanaan untuk ekspansi bisnis serta memperkuat posisi di industri farmasi dan kesehatan.
Ipotnews - PT Soho Global Health Tbk () bersama anak usahanya, PT Soho Industri Pharmasi dan PT Parit Padang Global, resmi memperpanjang jangka waktu penerimaan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk ().
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2 April 2026 melalui perubahan pertama atas sejumlah perjanjian fasilitas kredit yang sebelumnya telah berjalan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Kamis (2/4), manajemen menjelaskan bahwa perpanjangan ini mencakup fasilitas pinjaman bergulir hingga Rp150 miliar, fasilitas bank garansi sebesar Rp450 miliar, serta letter of credit senilai USD3,2 juta. Perubahan ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi perseroan dan anak usaha untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta kas operasional.
Manajemen menegaskan bahwa transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material sesuai ketentuan POJK 17/2020, dengan nilai lebih dari 20% namun kurang dari 50% ekuitas perseroan. Karena merupakan perpanjangan fasilitas pinjaman langsung dari bank, transaksi tidak memerlukan penilai independen maupun persetujuan pemegang saham melalui RUPS .
Selain itu, sesuai POJK 45/2024, informasi ini diklasifikasikan sebagai fakta material yang berpotensi mempengaruhi harga saham di Bursa Efek Indonesia maupun keputusan investasi investor.Senior Executive Vice President , Yuliana Tjhai, menandatangani dokumen resmi keterbukaan informasi tersebut.
Manajemen menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan menjaga likuiditas dan memperkuat struktur permodalan di tengah kebutuhan operasional yang terus berkembang. "Transaksi ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk menarik sebagian atau seluruh fasilitas kredit sesuai kebutuhan," tulis manajemen dalam laporan resmi.
Dengan tambahan ruang pendanaan dari BCA, berharap dapat menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat posisi di industri farmasi dan kesehatan. Perseroan menilai akses terhadap fasilitas kredit yang lebih longgar akan mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin