- IDXINDUST menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 1,56 persen, dengan dan tercatat menurun.
- IDXFINANCE terkoreksi 1,36 persen, dipimpin penurunan 1,54 persen dan 2,35 persen.
- Di tengah IHSG yang anjlok 1,13 persen, IDXHEALTH justru menguat paling tinggi 0,24 persen.
Ipotnews - Indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9), dengan melemah 1,56 persen. Pelemahan ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup anjlok 1,13 persen ke level 6.461.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , pelemahan IDXINDUST tercermin dari pergerakan saham dan . sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp197 triliun, harga sahamnya menurun 1,81 persen ke level 4.890.
Sementara itu, yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp97,3 triliun, sahamnya terkoreksi 1,14 persen ke level 26.100. Adapun saham di sektor ini yang mengalami penurunan paling dalam adalah (-9,5%) dan (-5,8%).
Setelah IDXINDUST, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatat penurunan 1,36 persen. Pelemahan sektor ini tercermin dari saham yang melorot 1,54 persen ke level 6.400. merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXFINANCE maupun BEI, yakni mencapai Rp781 triliun.
Saham sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di indeks sektor keuangan senilai Rp498 triliun, juga mengalami penurunan harga saham sebesar 2,35 persen ke level 3.320. Saham yang mencatatkan pelemahan paling besar di sektor ini, yaitu (-5,5%) dan (-4,5%).
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) melorot 1,27 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham (-10,1%) dan (-9,2%). Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) merosot 1,03 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham (-13,3%) dan (-7,1%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menurun 0,89 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham yang mengalami ARB (-14,9%) dan (-6,2%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah 0,73 persen, dengan pelemahan terbesar pada saham (-9,5%) dan (-6,5%).
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menurun 0,69 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham yang mengalami ARB (-10%) dan (-9,7%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 0,37 persen, dengan penurunan paling dalam pada saham (-4,8%) dan (-4,4%).
Di sisi lain, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) tercatat menguat tipis 0,05 persen, dengan kenaikan harga saham paling tinggi terjadi pada yang mencatatkan ARA (+9,9%) dan juga mengalami ARA (+9,4%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 0,17 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham (+6,7%) dan (+6%).
Sementara itu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatat penguatan paling tinggi di antara 11 indeks sektoral, yakni mencapai 0,24 persen. Kinerja sektor ini terutama ditopang saham yang memiliki market cap Rp36 triliun. Harga saham terpantau melejit 4,8 persen ke level 770.
Selain , sebagai konstituen IDXHEALTH dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp19,7 triliun, harga sahamnya menguat 1,3 persen ke level 1.555. Adapun saham di sektor ini yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah (4,9%) dan (4,8%). Namun, sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp167 triliun, harga sahamnya justru melemah 2,14 persen ke level 13.700.(Budi/AI)
Sumber : admin