- Saham direkomendasikan buy on weakness di Rp6.775-6.825, target harian Rp6.950.
- Meski harga YTD turun 15,4%, prospek 2026 solid dengan pendapatan bunga naik 3% dan laba bersih 5,7%.
- Target Rp10.000 memberi potensi kenaikan 46,5%, didukung dividen dan perbaikan makro ekonomi.
Ipotnews - Saham PT Bank Central Asia Tbk () kembali menarik perhatian investor. Dengan target harga tinggi, analis menilai peluang keuntungan dari saham bank swasta terbesar di Tanah Air ini masih terbuka lebar.
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness bagi investor yang ingin memaksimalkan potensi cuan pada perdaganganhari ini. Investor disarankan masuk pada kisaran Rp6.775-6.825, dengan target harian Rp6.950. Level support ditetapkan di Rp6.775, sedangkan stop loss berada di Rp6.600, seperti dilansir Investor, Kamis (12/3).
Pada perdagangan kemarin, saham ditutup terkoreksi 2,1% ke posisi Rp6.825. Dalam sepekan terakhir, sahamnya melemah 0,7%, sebulan melorot 8,7%, dan year to date (YTD) anjlok 15,4%.
Meski demikian, prospek tetap dinilai solid. CGS International menilai bank ini mampu mempertahankan kinerja yang stabil, meski menghadapi tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM). Proyeksi pendapatan bunga bersih pada 2026 mencapai Rp88,2 triliun, naik 3% dibandingkan 2025, sedangkan laba bersih diperkirakan meningkat 5,7% menjadi Rp60,8 triliun.
Selain itu, CGS International menilai memiliki ruang untuk meningkatkan rasio pembagian dividen Tahun Buku 2025, yang dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham. Dengan target Rp10.000, potensi kenaikan saham mencapai 46,5% dari harga saat ini.
Katalis utama untuk re-rating adalah peningkatan yield kredit, permintaan kredit yang lebih tinggi dari perkiraan, serta perbaikan sentimen makro ekonomi.
" masih layak dikoleksi dengan strategi add atau beli untuk jangka menengah hingga panjang," tulis CGS International. (AI)
Sumber : Investor