Saham BBRI Dinilai Sedang “Diskon”, Analis Pasang Target Harga Rp4.400
Monday, March 16, 2026       05:45 WIB
  • Saham dinilai masih murah dengan potensi re-rating, target harga Rp4.400 per lembar.
  • Valuasi PBV 2026 diproyeksikan 1,6x, sekitar 19% lebih rendah dari rata-rata sektor perbankan.
  • Analis mempertahankan rekomendasi buy, didukung profitabilitas kuat dan perbaikan kualitas aset.

Ipotnews - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () dinilai masih diperdagangkan pada valuasi yang menarik dan berpotensi mengalami penilaian ulang oleh pasar (re-rating). Analis memandang saham bank "pelat merah" tersebut memiliki ruang kenaikan dengan target harga di level Rp4.400 per lembar.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar, dalam risetnya menyebutkan saat ini diperdagangkan dengan valuasi yang relatif murah dibandingkan sektor perbankan.
" didukung oleh valuasi yang menarik dengan proyeksi price to book value (PBV) 2026 sebesar 1,6 kali, atau sekitar 19% lebih rendah dibandingkan rata-rata PBV sektor perbankan yang mencapai 2,1 kali," tulis analis Samuel Sekuritas, seperti dilansir  Investor,  Senin (16/3).
Menurut analis, saham memiliki peluang mengalami re-rating dengan PBV mendekati 2 kali pada 2026, sejalan dengan estimasi rata-rata sektor perbankan.
Potensi tersebut dinilai wajar karena diperkirakan mampu mempertahankan tingkat profitabilitas yang kuat, tercermin dari proyeksi return on equity (ROE) yang tetap berada pada kisaran belasan persen tinggi secara berkelanjutan.
Faktor fundamental ini dinilai menjadi penopang utama bagi prospek jangka menengah saham .
Proyeksi Kinerja 2026
Dari sisi operasional, memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 berada di kisaran 7-9%, lebih moderat dibandingkan pertumbuhan kredit pada 2025 yang mencapai 12,3%.
Sementara itu, net interest margin (NIM) diperkirakan berada pada kisaran 7,4-7,8%, sedikit di bawah capaian 2025, yakni 7,8%.
Untuk kualitas aset, biaya risiko kredit (credit cost) diperkirakan turun menjadi 2,9-3,2%, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar 3,3%.
Meski terdapat risiko jangka pendek berupa perlambatan pertumbuhan kredit serta potensi tekanan margin akibat kenaikan premi asuransi Kredit Usaha Rakyat (KUR), analis menilai tekanan tersebut dapat diimbangi oleh beberapa faktor pendukung.
Di antaranya adalah penurunan biaya dana, perbaikan komposisi dana murah current account and savings account (), serta proses normalisasi kualitas aset yang masih berlangsung.
Samuel Sekuritas memperkirakan akan mencatat laba bersih sekitar Rp14,4 triliun pada kuartal I-2026.
Angka tersebut diproyeksikan turun 6,7% secara kuartalan (q-o-q), namun masih tumbuh 4,2% secara tahunan (y-o-y), didorong penurunan biaya kredit.
Sebelumnya, pada kuartal IV-2025 mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham Rp15,9 triliun, melonjak 9,5% q-o-q dan 6,7% y-o-y.
Secara keseluruhan, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp56,7 triliun, turun 5,5% dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan estimasi analis maupun konsensus pasar.
"Kinerja kuartalan menunjukkan perbaikan secara bertahap, didorong oleh peningkatan pendapatan operasional serta momentum pendapatan non-bunga," jelas Prasetya.
Berdasarkan prospek tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham dengan target harga Rp4.400 per lembar.
Target harga tersebut didasarkan pada estimasi PBV 2026 sebesar 2 kali, yang dinilai realistis seiring ketahanan model bisnis .
Selain itu, prospek positif juga didukung oleh penguatan struktur pendanaan, ekspansi ekosistem transaksi digital, serta perbaikan kualitas aset di berbagai segmen bisnis yang dijalankan manajemen. (AI)

Sumber : Investor

berita terbaru