Saham Eropa Bangkit Usai Dihantam Ketakutan Perang; Bursa Spanyol Abaikan Ancaman AS
Thursday, March 05, 2026       03:23 WIB
  • STOXX 600 melonjak 1,37% seiring harapan diplomasi Iran-AS, memicu rebound bursa Eropa.
  • DAX, FTSE 100, dan CAC 40 ikut menguat, dipimpin saham perbankan dan sektor siklikal.
  • Meski pasar pulih, tensi geopolitik, harga minyak tinggi, dan risiko inflasi masih membayangi.

Ipotnews - Bursa ekuitas rebound, Rabu, setelah sehari sebelumnya mengalami aksi jual hebat akibat meningkatnya kekhawatiran atas dampak perang berkepanjangan di Timur Tengah. Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan yang mengindikasikan kemungkinan jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melonjak 1,37% atau 8,27 poin menjadi 612,71, setelah sebelumnya merosot lebih dari 4% dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai Jumat, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (4/3) atau Kamis (5/3) dini hari WIB.
Bursa regional itu juga menghijau. Indeks DAX Jerman melesat 1,74% atau 414,71 poin jadi 24.205,36, penguatan harian terbesar kedua sejak Mei. Sementara, FTSE 100 Inggris meningkat 0,80% atau 83,52 poin ke posisi 10.567,65 dan CAC Prancis bertambah 0,79% atau 63,89 poin menjadi 8.167,73.
Pemulihan terjadi setelah laporan dari  The New York Times  menyebutkan operator intelijen Iran memberi sinyal keterbukaan untuk berdialog dengan Central Intelligence Agency guna mengakhiri konflik. Namun, kantor berita semi-resmi Iran,  Tasnim News Agency,  membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan mutlak", mengutip sumber di Kementerian Intelijen Iran.
Meski demikian, kabar tersebut cukup untuk memicu aksi beli di pasar Eropa.
"Isyarat sekecil apa pun bahwa resolusi konflik sedang diupayakan membantu saham Eropa rebound," ujar Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB. Dia menambahkan, sentimen masih rapuh dan risiko dari pemberitaan sewaktu-waktu dapat kembali menekan pasar.
Ketegangan tetap tinggi setelah militer AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, memperluas zona konflik. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Amerika Serikat siap bertempur selama diperlukan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan embargo dagang terhadap Spanyol setelah Madrid menolak memberikan akses pangkalan militernya untuk operasi terkait serangan ke Iran.
Meski demikian, indeks utama Spanyol yang didominasi sektor keuangan justru ditutup melambung 2,5%. Pada awal perdagangan, indeks tersebut sempat jatuh hingga 1% akibat ancaman itu sebelum akhirnya berbalik arah.
Saham perbankan yang sebelumnya anjlok lebih dari 7% memimpin pemulihan dengan lompatan 2,3%. Reli dipimpin saham Banco Santander dan BBVA .
Sektor perjalanan dan barang mewah--yang menjadi episentrum aksi jual sebelumnya--melejit masing-masing 2,8% dan 1,9%. Saham teknologi dan industri juga mencatat kenaikan signifikan, masing-masing 2,5% dan 1,9%, menjadi pendorong utama penguatan STOXX 600.
Indeks volatilitas STOXX melorot lebih dari 5 poin setelah sebelumnya naik selama empat sesi berturut-turut, menandakan meredanya ketegangan pasar untuk sementara waktu.
Meski pasar saham menguat, harga minyak tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Serangan yang mengganggu infrastruktur energi dan jalur pengiriman di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama.
Ketergantungan Eropa pada pasokan energi dan barang yang melintasi Selat Hormuz membuat kawasan tersebut rentan terhadap lonjakan biaya. Jika jalur alternatif digunakan, tekanan harga berpotensi meningkat dan memicu kembali kekhawatiran inflasi.
Ironisnya, saham sektor energi justru turun 0,3% untuk sesi kedua berturut-turut.
Di tengah gejolak geopolitik, pasar juga menghadapi gambaran ekonomi yang beragam. Data PMI menunjukkan aktivitas sektor jasa zona euro meningkat sedikit lebih cepat pada Februari. Pertumbuhan Jerman mencapai level tertinggi dalam empat bulan, sementara Prancis masih terjebak dalam kontraksi, dan pertumbuhan Italia melambat.
Di pasar korporasi, saham Vistry anjlok 25% setelah pengembang perumahan Inggris itu mengumumkan CEO sekaligus Chairman Greg Fitzgerald akan mengundurkan diri dan posisi tersebut akan dipisahkan setelah pensiun.
Saham Adidas merosot 3,6% setelah merilis laporan keuangan, sementara ASM International melonjak 5% setelah produsen peralatan chip terbesar kedua di dunia itu memperkirakan pendapatan kuartal pertama 2026 akan naik menjadi sekitar 830 juta euro. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin