- Indeks STOXX 600 cetak rekor tertinggi baru meski bursa utama regional melemah tipis.
- Sektor teknologi dan media anjlok akibat kekhawatiran disrupsi AI dari kompetitor baru.
- Reli sektor pertambangan, energi, dan pertahanan menjadi penopang utama penutupan pasar.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa kembali mencetak rekor penutupan tertinggi, Selasa, meski penguatan pasar tertahan aksi jual tajam saham teknologi, perangkat lunak, dan periklanan yang mengimbangi reli saham berbasis komoditas.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat tipis 0,1% atau 0,62 poin menjadi 617,93, setelah sehari sebelumnya juga berakhir di rekor tertinggi sepanjang masa, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (3/2) atau Rabu (4/2) dini hari WIB.
Sementara, bursa regional utama berakhir di zona merah. Indeks DAX Jerman turun 0,09% atau 22,17 poin jadi 24.775,35, FTSE 100 Inggris melemah 0,26% atau 26,97 poin ke posisi 10.314,59 dan CAC Prancis berkurang 0,02% atau 1,67 poin menjadi 8.179,50.
"Pada awal sesi, meredanya aksi jual di pasar logam memberi dorongan energi bagi investor dan meningkatkan selera risiko. Namun seiring berjalannya perdagangan, selera risiko itu mulai memudar," kata analis Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya.
Sektor media memimpin pelemahan dengan kerugian 5,9%, mencatatkan penurunan harian terdalam dalam hampir enam tahun. Saham teknologi juga tertekan, merosot 4,2% atau yang terdalam dalam lebih dari 10 bulan terakhir.
Pelaku pasar menilai peluncuran plug-in legal oleh perusahaan AI Anthropic untuk chatbot generatif Claude menjadi salah satu pemicu aksi jual. Langkah tersebut mendorong investor menilai ulang kemampuan perusahaan lama dalam mempertahankan model bisnis mereka, sekaligus menegaskan ancaman disrupsi kecerdasan buatan terhadap sektor perangkat lunak.
Tekanan signifikan dialami penyedia layanan analitik hukum dan profesional. Saham RELX Inggris anjlok 14,4%, sementara Wolters Kluwer Belanda melorot 12,7%. Saham raksasa perangkat lunak Jerman, SAP, menyusut 4,6%.
Saham jasa profesional lainnya juga bergerak turun, dengan Experian, Sage Group, dan London Stock Exchange Group masing-masing melemah antara 6,7% hingga 12,8%.
Sektor periklanan tak luput dari tekanan. Saham Publicis Prancis ambles 9,2% meski perusahaan tersebut memproyeksikan pertumbuhan organik 4% hingga 5% pada 2026.
"Seiring laporan keuangan mulai bermunculan, investor kini ingin menggali lebih dalam prospek pendapatan dan laba. Angka yang impresif kini tidak lagi dianggap cukup impresif," ujar Ozkardeskaya.
Di sisi lain, sektor sumber daya dasar (basic resources) mencatatkan kinerja terbaik dengan lompatan 4,2%.
Saham berbasis komoditas sebelumnya tertekan sejak akhir pekan lalu, seiring anjloknya harga logam mulia akibat spekulasi bahwa calon Chairman Federal Reserve berikutnya, Kevin Warsh, cenderung bersikap hawkish. Kenaikan persyaratan margin oleh CME turut mendinginkan reli logam, meski harga mulai memulihkan sebagian kerugian sejak Senin malam.
Sektor pertambangan Eropa masih menjadi yang terbaik sepanjang tahun ini dengan lonjakan lebih dari 18%.
Sektor energi turut menguat 1,5% seiring kenaikan tipis harga minyak.
Sementara itu, Jerman mempertimbangkan investasi mulai dari satelit mata-mata, pesawat luar angkasa, hingga laser ofensif dalam rencana belanja militer luar angkasa senilai 35 miliar euro (sekitar USD41 miliar) untuk menghadapi meningkatnya ancaman dari Rusia dan China di orbit. Indeks pertahanan dan dirgantara Eropa naik 0,5%.
Dari sisi emiten, manajer aset terbesar Eropa, Amundi, menanjak 1,7% setelah melaporkan arus masuk dana bersih kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pasar.
Sebaliknya, saham pemasok wafer semikonduktor Jerman, Siltronic, anjlok 8% meskipun perusahaan membukukan laba inti dan pendapatan kuartal keempat yang melampaui perkiraan analis. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin