- STOXX 600 cetak rekor, naik 0,18% didorong penguatan sektor kimia dan kesehatan.
- Saham kimia & farmasi melonjak, EMS Chemie +8%, Orion +12%, AstraZeneca +2,4%.
- Pergerakan bursa beragam, DAX Jerman melemah, sementara sektor tambang dan utilitas menguat.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di level tertinggi sepanjang masa, Rabu, didorong penguatan saham sektor kimia dan kesehatan, di tengah perhatian investor terhadap dampak lanjutan ketegangan geopolitik global.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,18 persen atau 1,12 poin menjadi 611,56, dengan sektor kimia memimpin kenaikan sektoral setelah melonjak sekitar 2 persen, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Rabu (14/1) atau Kamis (15/1) dini hari WIB.
Saham EMS Chemie melesat 8 persen dan menjadi salah satu penopang utama indeks STOXX, setelah UBS menaikkan rekomendasi terhadap grup kimia asal Swiss tersebut menjadi "buy" dari sebelumnya "hold". Saham kimia juga tercatat sebagai top gainer pada indeks acuan Amerika Serikat, S&P 500.
Dari sisi kinerja perusahaan, produsen obat asal Finlandia Orion melambung 12 persen ke level tertinggi sejak Oktober, menyusul proyeksi pendapatan tahun 2026 yang melampaui ekspektasi pasar.
Sementara itu, AstraZeneca melejit 2,4 persen, sehari setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan akuisisi Modella AI yang berbasis di Boston. Kenaikan tersebut turut mendorong sektor kesehatan secara keseluruhan menguat 1,3 persen.
Analis Morningstar, Michael Field, mengatakan pasar tengah mencerna perkembangan terkait kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan blok Mercosur di Amerika Latin, yang menandai berakhirnya perundingan selama seperempat abad.
Menurut Field, kesepakatan tersebut memungkinkan sektor seperti farmasi, industri, dan kimia untuk meningkatkan ekspor secara bertahap dengan hambatan dagang dan tarif yang lebih rendah.
Di tingkat regional, indeks DAX Jerman justru melemah 0,53 persen atau 134,42 poin menjadi 25.286,24, setelah mencatatkan reli harian terpanjang dalam lebih dari satu dekade pada Selasa. Pelemahan DAX dipicu tekanan saham teknologi, termasuk SAP dan Infineon. Sementara, FTSE 100 Inggris menguat 0,46 persen atau 47,00 poin jadi 10.184,35, dan CAC Prancis berkurang 0,19 persen atau 16,23 poin ke posisi 8.330,97.
Pelaku pasar juga mencermati kebangkrutan konglomerasi department store kelas atas Saks Global, di mana pemilik merek Gucci, Kering, serta raksasa barang mewah LVMH tercatat sebagai kreditur tanpa jaminan. Saham sektor barang mewah memangkas penguatan di awal perdagangan dan ditutup turun 0,3 persen.
"Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan konsumen, khususnya di segmen kelas atas, serta meningkatnya persaingan ketat, termasuk dari platform perdagangan elektronik," kata analis Capital.com, Kyle Rodda.
Investor juga memantau perkembangan geopolitik di Venezuela dan Iran, yang dampaknya paling terasa pada pergerakan harga komoditas. Saham sektor pertambangan melonjak 1,8 persen, sementara saham pertahanan merosot 1,6 persen, mengakhiri reli delapan sesi berturut-turut.
Di sektor utilitas, saham RWE dan SSE masing-masing melambung 2,3 persen dan 2 persen, setelah masuk dalam daftar pengembang proyek yang memenangkan kontrak harga listrik terjamin pada lelang terbaru pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai di Inggris, yang mencatat kapasitas tertinggi sepanjang sejarah.
Sebaliknya, perusahaan pendidikan Inggris Pearson anjlok 9,5 persen, setelah divisi terbesarnya kehilangan kontrak di New Jersey. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin