Saham Eropa Mendatar, Reli Emiten Properti Inggris Tertahan Harga Minyak
Tuesday, September 29, 2026       03:28 WIB
  • STOXX 600 flat di 638,68 akibat harga minyak dan yield obligasi tinggi.
  • Saham pengembang rumah Inggris melonjak 10,4%-14,7%.
  • Yield obligasi Jerman 10 tahun capai 3,643%, tertinggi sejak 2009.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa bergerak terbatas pada perdagangan Senin, setelah reli saham perusahaan pengembang perumahan Inggris tertahan oleh lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi yang tetap tinggi sehingga mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup mendatar, naik tipis 0,03 poin menjadi 638,68, dengan sebagian besar bursa utama regional bergerak terbatas, sementara IBEX Spanyol yang didominasi sektor keuangan turun 0,5%, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (28/9) atau Selasa (29/9) dini hari WIB.
Saham pengembang rumah Inggris melesat setelah pemerintah menyatakan akan mengonfirmasi program pinjaman ekuitas baru bagi pembeli rumah pertama kali dalam anggaran bulan depan. Kebijakan tersebut kembali meningkatkan dukungan terhadap kepemilikan rumah dan sektor konstruksi perumahan.
Saham Persimmon, Barratt Redrow, Taylor Wimpey, dan Vistry masing-masing melesat antara 10,4% hingga 14,7%. Namun, indeks saham unggulan Inggris FTSE 100 berakhir turun 0,1% atau 10,37 poin ke posisi 10.684,88.
"Rencana tersebut akan memangkas uang muka yang diperlukan menjadi 2,5% dari sebelumnya 5%, yang seharusnya membantu pembeli rumah pertama kali berpenghasilan lebih rendah mendapatkan akses," kata Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB.
Menurut dia, kondisi sektor pengembang rumah Inggris telah berubah dan reli tersebut berpotensi menjadi awal dari tren bullish baru bagi sektor itu.
Sementara, DAX Jerman melemah 0,13% atau 34,22 poin jadi 25.374,42 dan CAC 40 Prancis naik tipis 0,68 poin atau 0,01% menjadi 8.078,48. Kenaikan pasar yang lebih luas tertahan oleh lonjakan harga minyak mentah Brent sekitar 2% setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri permusuhan.
Kenaikan harga minyak mendorong saham sektor energi Eropa melompat 0,8%. Sebaliknya, saham perusahaan pertambangan melorot 1,2% setelah harga emas mencapai level terendah dalam tujuh pekan dan tembaga menyentuh titik terendah dalam sepekan.
Hochschild Mining, Fresnillo, dan Endeavour Mining termasuk saham yang mengalami penurunan terbesar, masing-masing anjlok antara 5% hingga 7%.
Saham sektor industri berat dan teknologi juga melemah, masing-masing -0,4% dan -0,2%.
Di pasar obligasi, imbal hasil tetap tinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan zona euro, terakhir berada di 3,643%, level tertinggi sejak Juni 2009.
Bank sentral merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga minyak dengan serangkaian kenaikan suku bunga. Bank Sentral Eropa (ECB) sendiri menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini.
"Seiring menguatnya ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve dan bank sentral lainnya yang lebih hawkish, kalender ekonomi pekan ini relatif padat, dengan fokus pada pasar tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat, serta ujian penting lainnya bagi perdagangan saham berbasis kecerdasan buatan melalui laporan keuangan Micron," kata Ipek Ozkardeskaya, analis Swissquote.
Memasuki musim laporan keuangan kuartal berikutnya bulan depan, investor diperkirakan menuntut kinerja yang lebih kuat untuk mengimbangi kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik dan tingginya biaya pinjaman.
Investor juga akan mencermati pidato Presiden ECB Christine Lagarde dan Wakil Gubernur Bank of England Dave Ramsden pada hari yang sama.
Di antara saham individual, Danieli ambles 15,4% setelah perusahaan asal Italia yang memproduksi peralatan untuk pabrik besi dan baja tersebut mencatatkan laba tahunan di bawah ekspektasi.
Sementara itu, saham Trevi melambung 3% ke level tertinggi dalam enam bulan setelah perusahaan konstruksi ICOP menaikkan tawaran akuisisi seluruh saham emiten tersebut. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin