- direkomendasikan beli, berpotensi naik ke Rp33.000 dengan dukungan net buy asing.
- Kinerja 2025 melemah, laba turun 24% akibat tekanan segmen tambang dan harga batu bara.
- Potensi dividen total sekitar Rp5,9 triliun, dengan sisa dividen final Rp1.000 per saham.
Ipotnews - Phintraco Sekuritas menjadikan saham PT United Tractors Tbk () sebagai salah satu rekomendasi utama pada perdagangan akhir pekan ini, di tengah tren penguatan terbatas dan aksi beli investor asing.
Pada perdagangan kemarin, saham menguat tipis 0,08 persen ke level Rp30.800. Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya, Rabu (25/3), saham emiten tambang tersebut melonjak 2,58 persen ke posisi Rp30.775.
Minat investor asing terhadap saham juga terlihat dari aksi net buy sebesar Rp36,94 miliar pada perdagangan terbaru, seperti dilansir Investor, Jumat (27/3).
Phintraco memproyeksikan saham berpotensi menguat hingga target harga Rp33.000, dengan strategi sell on strength di Rp33.500. Sementara itu, level stop loss dipatok di bawah Rp28.500 untuk mengantisipasi pembalikan arah.
Dari sisi fundamental, kinerja keuangan sepanjang 2025 mengalami tekanan. Perseroan mencatat laba bersih Rp14,81 triliun atau melorot sekitar 24 persen dibandingkan Rp19,53 triliun pada 2024.
Pendapatan bersih juga tercatat menurun 2 persen menjadi Rp131,3 triliun. Sejalan dengan itu, laba per saham susut dari Rp5.378 menjadi Rp4.082 per saham atau melemah sekitar 24,1 persen.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai penurunan laba tersebut dipengaruhi melemahnya kontribusi segmen kontraktor penambangan akibat curah hujan tinggi, serta tekanan pada segmen batu bara termal dan metalurgi akibat kejatuhan harga jual.
Di sisi korporasi, telah memanggil pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 16 April 2026 di Menara Astra, Jakarta. Salah satu agenda rapat adalah penetapan penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025, termasuk pembagian dividen.
Sebelumnya, telah membagikan dividen interim Rp2,05 triliun atau Rp567 per saham pada 24 Oktober 2025.
Mengacu pada pola pembagian dividen sebelumnya, di mana total payout ratio 2024 mencapai sekitar 40 persen dari laba bersih, berpotensi membagikan total dividen sekitar Rp5,9 triliun untuk Tahun Buku 2025.
Dengan mempertimbangkan dividen interim yang telah dibayarkan, sisa dividen final yang berpotensi dibagikan mencapai Rp3,86 triliun atau sekitar Rp1.000 per saham. (AI)
Sumber : Investor