- Sektor properti mencatat pelemahan terdalam, anjlok 3,25%, diikuti energi (-1,75%) dan perindustrian (-1,00%).
- IHSG turun 0,89% ke level 6.130, tertekan pelemahan 10 dari 11 indeks sektoral.
- Sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya yang menguat, naik 0,52%, ditopang dan .
Ipotnews - Hanya indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) yang mampu bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7) di tengah pelemahan IHSG sedalam0,89 persen ke level 6.130 akibat tekanan 10 indeks sektoral.
Berdasarkan data pada aplikasi IPOT , IDXPROPERT tercatat anjlok 3,25 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham yang mengalami ARB (-14,9%) dan (-8,6%). Lalu diikuti indeks sektor energi (IDXENERGY) yang melorot 1,75 persen, dengan penurunan terdalam pada (-8,8%) dan (-4,5%).
Selanjutnya, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) merosot 1 persen, dengan koreksi paling tajam terjadi pada saham yang mencatatkan ARB (-9,7%) dan (-6,2%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terperosok 0,88 persen, dengan penurunan paling dalam pada (-12,5%) dan (-7,6%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi 0,85 persen, dengan pelemahan paling besar pada saham yang mengalami ARB (-10%) dan (-8,4%). Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menurun 0,76 persen, dengan pelemahan paling tajam pada (-1%) dan (-0,4%).
Sementara itu, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat melemah 0,74 persen, dengan koreksi paling dalam pada saham (-7,7%) dan (-7,1%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 0,63 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada (-8%) dan (-4,7%).
Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) mengalami penurunan 0,53 persen, dengan koreksi terdalam pada saham (-5,8%) dan (-4,4%). Selanjutnya adalah indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melemah 0,34 persen, dengan penurunan terbesar pada yang mengalai ARB (-14,9%) dan (-8%).
Adapun indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang ditutup menguat, yakni sebesar 0,52 persen, sekaligus menunjukkan ketahanan sektor ini di tengah dominasi tekanan jual di pasar saham. Saham yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah (+15,2%) dan (+10%).(Budi/AI)
Sumber : admin