Sektor Properti Jadi Pemberat IHSG, Saham MPRO Ambles Hampir 14 Persen
Tuesday, July 28, 2026       13:11 WIB
  • Sektor properti memimpin pelemahan, dipicu anjloknya saham .
  • Sektor kesehatan, teknologi, dan keuangan turut melemah.
  • Sektor bahan baku memimpin penguatan di sesi pertama.

Ipotnews - Properti dan real estat (IDXPROPERT) menjadi indeks sektoral dengan pelemahan terdalam pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (28/7), setelah terpuruk 1,6 persen. Koreksi sektor ini seiring dengan anjloknya saham sebesar 13,9 persen dan turut menekan IHSG ke zona merah.
Berdasarkan data dari aplikasi   IPOT ,  yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXPROPERT senilai Rp123 triliun, harga sahamnya anjlok paling dalam sebesar 13,9 persen ke posisi 12.425 dan diikuti saham yang merosot 4,8 persen ke 60.
Sementara itu, sebagai emiten dengan maket cap terbesar kedua di sektor property, yakni Rp109 triliun, sahamnya terpantau stagnan di level 6.025. Adapun dengan market cap Rp20,4 triliun atau di posisi ketiga, sahamnya terpantau berkurang 0,81 persen jadi 21.550.
Selain sektor properti, tekanan juga terjadi pada indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang melorot 0,46 persen, dengan koreksi terdalam pada saham (-2,8%) dan (-2,1%). Lalu diikuti indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) yang menyusut 0,43 persen, dengan penurunan paling tajam pada (-7,2%) dan (-5,6%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat melemah 0,38 persen, dengan penurunan paling besar terjadi pada yang mengalami ARB (-10%) dan (-5,6%). Pelemahan turut dialami indeks sektor energi (IDXENERGY) yang terkoreksi 0,29 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada (-5,2%) dan (-4,9%).
Berikutnya disusul indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang menurun 0,16 persen, dengan koreksi paling tajam terjadi pada (-7,7%) dan (-7,1%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 0,12 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham (-4,8%) dan (-4,6%).
Di tengah dominasi sektor yang bergerak negatif, sejumlah indeks sektoral masih mampu bertahan di zona hijau. Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) memimpin penguatan dengan kenaikan 0,77 persen, dengan lompatan paling tinggi pada yang mengalami ARA (+24,7%) dan yang juga mencatatkan ARA (+24,32%).
Penguatan IDXBASIC didukung pula saham sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp296 triliun, dengan kenaikan harga saham 1,49 persen. Lalu, sebagai pemilik market cap Rp182 triliun juga mengalami kenaikan harga saham 0,48 persen dan yang memiliki market cap Rp164 triliun terpantau mencatatkan kenaikan harga saham 1,45 persen.
Selain IDXBASIC, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat mengalami penguatan 0,7 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham (+2,67%) dan (+9,7%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) meningkat 0,12 persen, dengan peningkatan terbesar pada (+19,8%) dan (+11,7%). (Budi/AI)

Sumber : Admin