Seluruh Sektor Tekan IHSG di Transaksi Pagi, Analis: Ada Peluang Rebound di Akhir Sesi I
Tuesday, October 13, 2026       09:21 WIB
  • IHSG dibuka melemah ke level 5.914 setelah tembus di bawah psikologis 6.000, dengan support teknikal berikutnya di 5.840 meski asing mencatat net buy Rp81,1 miliar.
  • Tekanan pasar dipicu eskalasi konflik Timur Tengah & Rusia-Ukraina, serta isu rencana OJK merilis hasil investigasi dugaan manipulasi saham sektor energi terbarukan.
  • IHSG berpotensi rebound menjelang akhir Sesi I, dengan rekomendasi saham pilihan yaitu (Buy), (Buy), dan (Buy).

Ipotnews - IHSG di hari ini, Selasa (13/10), dibuka melemah di level 5.914, terkoreksi 22 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang melemah signifikan 2,59 persen ke level 5.936. Pelemahan indeks kemarin disertai aksi beli bersih investor asing dengan nilai besar Rp81,1 miliar.
Pada pukul 09.05 WIB, indeks makin tertekan dengan melemah 0,57 persen atau 34 poin ke level 5.902 dan sempat menyentuh level tertinggi sementara hingga periode tersebut 5.918 serta terendah di level 5.880 yang tetap berada di zona merah.
Sebanyak 192 emiten yang bergerak menguat, 347 emiten melemah dan 424 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 118,5 ribu kali dengan nilai Rp805,1 miliar serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10.364 triliun.
Seluruh sektor melemah yaitu industri -0,50 persen menjadi 1.487, konsumer non primer -0,11 persen menjadi 674, energi -0,37 persen menjadi 2.962, sektor properti -0,29 persen menjadi 732 dan konsumer primer -1,50 persen menjadi 872.
Kemudian sektor keuangan -0,61 persen ke level 1.294, teknologi -0,65 persen menjadi 5.603, infrastruktur -0,34 persen menjadi 1.613, transportasi -0,41 persen menjadi 1.705, kesehatan -0,02 persen ke level 1.457 dan sektor bahan baku -0,71 persen ke level 1.615.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Imam Gunadi menjelaskan bahwa pelemahan IHSG yang terjadi kemarin membuat level psikologis 6.000 berhasil ditembus. IHSG kini menuju level support teknikal di posisi 5.840.
Imam menjelaskan bahwa meskipun tekanan pasar cukup terasa, pergerakan dana asing masih tergolong stabil. Penjualan oleh investor asing (foreign net sell) tercatat tidak signifikan, bahkan sempat membukukan aksi beli bersih (net buy) meski dalam jumlah tipis.
" IHSG mungkin akan rebound. Kalaupun ada tekanan, kemungkinan hanya terjadi di awal-awal perdagangan, dan menjelang akhir sesi I diperkirakan mulai berbalik menguat," ujar Imam dalam riset harian.
Tekanan pada pasar saham domestik dipicu oleh kombinasi memanasnya tensi geopolitik global dan sentimen negatif dari dalam negeri. Dari pasar global, eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memuncak setelah Arab Saudi menghadapi serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi yang didukung Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran meluasnya gangguan rantai pasok energi di kawasan vital Selat Hormuz.
Di saat bersamaan, perang Rusia-Ukraina turut memanas. Presiden Ukraina menyatakan akan terus melanjutkan serangan balasan terhadap Rusia selama infrastruktur energi di negaranya terus ditargetkan.
Sementara itu dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan merilis hasil investigasi atas dugaan manipulasi harga saham, khususnya pada emiten di sektor energi terbarukan.
Imam merekomendasikan saham pilihan, yaitu :
strategi buy (Entry 25.725 Target 27.000 Stop loss 25.100)
strategi Buy (Entry 2.280 I Target 2.440 Stop loss 2.200)
strategi Buy (Entry 1.420 Target 1.530 Stop loss 1.365).
(Marjudin/ AI)

Sumber : Admin