Tekan Konsumsi BBM, IPCM Andalkan Empat Teknologi Berbasis Energi Terbarukan
Saturday, August 22, 2026       11:06 WIB
  • Empat teknologi ramah energi: Shore connection, solar panel, harbour generator, dan inverter hybrid dipasang di kapal untuk kurangi konsumsi BBM.
  • Efisiensi signifikan: Hybrid inverter mampu hemat BBM hingga 39% atau Rp256 juta per kapal per tahun, plus pengurangan biaya perawatan 46%.
  • Dukung Green Port: Inovasi ini menekan emisi karbon 36,83 ton per kapal sekaligus mendukung konsep pelabuhan hijau berkelanjutan.

Ipotnews - PT Jasa Armada Indonesia Tbk () mengimplementasikan empat inovasi teknologi yang di pasang di kapal untuk mengurangi penggunaan BBM. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi dampak tren kenaikan harga BBM yang berpotensi meningkatkan biaya operasional. Dengan teknologi tersebut, konsumsi BBM dapat dikurangi sehingga tercipta efisiensi sekaligus menciptakan value creation berupa pengurangan emisi karbon.
Keempat teknologi tersebut yaitu shore connection, solar panel, harbour generator dan inverter technology/ hybrid. Dengan teknologi ini, memungkinkan seluruh fungsi kapal tetap standby meski mesin utamanya tidak aktif karena penggunaan sumber energi konvensional dialihkan menggunakan sumber energi terbarukan.
Alhasil konsumsi BBM dapat berkurang signifikan dan mampu mengurangi emisi karbon CO2. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi armada sekaligus mendukung konsep pelabuhan hijau atau Green Port.
Plt. Direktur Armada dan Operasi , Dessy Emastari Prihatiningtyas mengatakan teknologi tersebut merupakan hasil kreasi dan inovasi dari perwira yang telah dilakukan serangkaian uji coba dan terbukti memberikan efisiensi dan nilai tambah bagi perusahaan.
Sebagai contoh, untuk teknologi inverter hybrid battery yang dipasang di dek kapal mampu menghemat konsumsi BBM hingga 39 persen dibandingkan sistem konvensional atau setara Rp256 juta per kapal per tahun. Di sisi lain penggunaan teknologi ini mampu mereduksi biaya perawatan mesin sebesar Rp106 juta atau 46 persen. Emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan teknologi ini juga mampu ditekan sebesar 36,83 ton.
"Penghitungan efisiensi dan nilai tambah ini didasarkan pada hasil uji pada kapal pandu MPAC yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok," kata Dessy dalam sesi bincang santai dengan awak media di Jakarta, Jumat (21/8).
Sementara itu Eddy Haristiani, Sekretaris Perusahaan menambahkan bahwa untuk teknologi inverter technology/ hybrid tersebut merupakan inovasi dari perwira dengan perkiraan biaya instalasi sekitar Rp150 juta per kapal. Untuk kapal pandu yang menggunakan teknologi ini untuk saat ini sekitar 5 unit dan diharapkan akan terus bertambah ke depannya.
"Instalasinya sangat mudah dan dalam kurun waktu lima bulan saja biaya investasi pengadaan dan instalasinya sudah balik (payback period)," katanya.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin